Fenomena Overwork, Jam Kerja Panjang hingga Burnout Mengancam Pekerja Jakarta

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tekanan jam kerja panjang, tuntutan ekonomi, hingga budaya kerja serba cepat membentuk realitas baru bagi banyak pekerja di kota besar.

Di Jakarta, batas antara waktu kerja dan kehidupan pribadi kian kabur, memunculkan fenomena overwork yang berujung pada kelelahan mental atau burnout.

Berbagai sektor pekerjaan mulai dari industri kreatif, digital, hingga layanan menunjukkan pola serupa, jam kerja meluas, waktu istirahat menyempit, dan tekanan performa terus meningkat.

Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan pekerja, tetapi juga berpotensi memengaruhi produktivitas jangka panjang dunia usaha.

Baca juga: Naik Jabatan Bukan Lagi Impian: Cerita Pekerja Muda Memilih Hidup Lebih Pelan

Jam kerja panjang

Geby (28), pekerja di sebuah agensi model di kawasan Pondok Indah, menggambarkan bagaimana jam kerja formal delapan jam kerap hanya menjadi angka di atas kertas.

“Kalau dihitung normal sih harusnya delapan jam, tapi realitanya bisa sampai 10 bahkan 12 jam. Kadang lembur enggak dihitung juga karena dianggap tanggung jawab. Pulang udah capek banget, besok pagi harus jalan lagi,” ujar Geby saat diwawancarai, Senin (16/2/2026).

Lembur, menurut Geby, bukan lagi situasi khusus, melainkan rutinitas.

“Sering banget, apalagi kalau lagi banyak target. Di kantor ada istilah ‘masih santai kalau belum malam.’ Jadi pulang cepat malah suka enggak enak sendiri, kayak kurang total kerja,” tutur dia.

Tekanan ekonomi turut membuatnya sulit keluar dari pola tersebut. Biaya hidup tinggi di ibu kota mulai dari kos, makan, transportasi, hingga kebutuhan keluarga mendorongnya tetap bertahan meski kelelahan. Ia mengaku kondisi burnout bukan hal asing.

“Bangun pagi rasanya udah lelah duluan, kerja jadi enggak fokus, gampang emosi juga. Tapi kadang bingung mau istirahat gimana karena cuti juga kepikiran kerjaan numpuk,” ucap Geby.

Dampak fisik pun terasa bagi Geby, terutama pada pola tidur.

“Kadang baru bisa tidur lewat tengah malam, tapi harus bangun subuh. Badan sering pegal, kepala pusing, tapi tetap dipaksain masuk karena takut dinilai enggak profesional,” tutur dia.

Lingkungan kerja, lanjutnya, justru kerap memuja kesibukan. Kesibukan dianggap sebagai suatu pencapaian dan hal yang dibanggakan.

“Budayanya kalau sibuk itu dianggap keren. Kalau santai sedikit malah ditanya, ‘kerjaan udah beres semua?’ Jadi orang-orang kayak berlomba kelihatan paling sibuk,” ucap dia.

Fenomena serupa ia lihat di berbagai sektor lain. Terutama di lingkungan pertemanannya.

“Teman yang kerja retail, sampai freelance juga sama. Jam kerjanya panjang karena harus ngejar penghasilan,” tutur Geby.

Meski kerap terpikir mencari ritme kerja lebih sehat, realitas lowongan membuatnya ragu.

“Lowongan banyak yang tuntutannya sama atau malah lebih berat. Jadi sementara ini ya bertahan dulu,” ujar Geby.

Menurut Geby, normalisasi kerja berlebihan lahir dari persaingan dan biaya hidup tinggi.

“Semua orang ngerasa harus cepat dan harus lebih dari yang lain. Lama-lama orang lupa batas sehatnya,” tutur dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia berharap perusahaan mulai memberi perhatian pada keseimbangan hidup karyawan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belum Siap Beri Keterangan, Pemerintah-DPR Minta MK Tunda Sidang Uji Materiil UU Guru dan Dosen
• 10 jam lalusuara.com
thumb
KPK harap Menag respons dugaan gratifikasi tanpa harus dipanggil
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Tertutup Awan Tebal, Pemantauan Hilal di Mercusuar Anyer Gagal
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Saham Emiten Sawit Tancap Gas, Terkerek Efek CPO Lolos Kebijakan Tarif Trump
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Santri Tewas Tertabrak Mobil Saat Nyeberang Tol Bakauheni Lampung
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.