Mendikdasmen Abdul Mu'ti menanggapi kasus pembunuhan terhadap siswa SMP Negeri 26 Bandung, ZAAQ, oleh teman sendiri, YA (16) dan AP (17). Abdul Mu'ti mengaku prihatin atas insiden tersebut.
"Saya menyampaikan keprihatinan yang mendalam ya atas terjadinya kekerasan yang di Bandung itu, yang motifnya karena perputusan pertemanan," kata Abdul Mu'ti usai rapat bersama pimpinan DPR, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
"Tapi saya belum mendalami secara lebih lengkap, apakah ada masalah lain selain itu," sambungnya.
Terkait dugaan kurangnya pengawasan, Abdul Mu'ti menilai kasus tersebut perlu dilihat secara menyeluruh. Dia menyoroti pelaku sebelumnya tinggal di Garut sebelum melakukan tindakan di Bandung.
"Ya kalau kita lihat kan itu kan dia tinggalnya dulunya di Garut, kemudian dia melakukan tindakan di Bandung. Jadi memang perencanaan pembunuhan itu. Kalau saya melihat dari sisi pemberitaan ya, lebih lengkap ditanyakan ke polisi," tuturnya.
Sebelumnya, siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Kabar tewasnya siswa SMP tersebut diketahui melalui siaran live TikTok.
ZAAQ tewas dibunuh pada Senin, 9 Februari 2026, dan jenazahnya ditemukan pada Jumat, 13 Februari 2026, di lahan eks Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Polisi kemudian berhasil mengamankan YA (16) dan AP (17) di kediamannya di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, pada Minggu (15/2) dini hari. Mereka sempat mampir ke Tasikmalaya sebelum kembali ke Garut.
"Terkait penemuan mayat di eks Kampung Gajah, kami amankan pelakunya. Ada dua orang yang juga masih di bawah umur. Kami amankan di Garut," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N. Adi Putra, dilansir detikJabar, Senin (16/2).
(amw/wnv)




