KPK Minta Menag Nasaruddin Jelaskan soal Dugaan Gratifikasi Private Jet

viva.co.id
16 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap Menteri Agama Nasaruddin Umar dapat merespons terlebih dahulu mengenai dugaan gratifikasi berupa pemberian fasilitas bepergian dengan menggunakan jet pribadi dari Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang (OSO), tanpa harus dipanggil lembaga antirasuah.

“Syukur-syukur kalau kemudian sudah merespons, bisa mempertanggungjawabkan tanpa harus diundang, dan tanpa harus dipanggil,” ujar Ketua KPK Setyo Budiyanto di Gedung Juang KPK, Jakarta, seperti dilansir dari Antara, Rabu, 18 Februari 2026.

Baca Juga :
Raja Salman Beri 100 Ton Kurma Premium untuk Muslim Indonesia Jelang Ramadhan
Eks Menag Yaqut Ajukan Praperadilan Lawan KPK

Lebih lanjut dia mengatakan KPK berharap Menag dapat datang ke Kedeputian Pencegahan dan Monitoring untuk menjelaskan dugaan gratifikasi tersebut.

“Di sana (Kedeputian Pencegahan dan Monitoring), ada Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik yang dapat menyampaikan dan menjelaskan tentang yang sedang berkembang, isu-isu yang sedang berkembang di luar,” katanya.

Setelah itu, kata dia, KPK dapat merespons dengan menganalisa atau menelaah dugaan gratifikasi tersebut

“Nanti bisa kami analisa, bisa kami telaah,” ujarnya.

Menag Nasaruddin Umar
Photo :
  • Media Sosial X

Sebelumnya, pada 16 Februari 2026, ramai di media sosial X mengenai kunjungan Menteri Agama dengan menggunakan jet pribadi.

Pada tanggal yang sama, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menjelaskan Menag menggunakan jet pribadi saat mengunjungi Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, yakni pada 15 Februari 2026.

Lebih lanjut Thobib menjelaskan jet pribadi tersebut merupakan milik tokoh nasional Oesman Sapta Odang yang meminjamkannya untuk Menag dengan alasan efisiensi waktu.

"Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO (juga.) yang berinisiatif siapkan jet pribadi untuk Menag agar bisa hadir di tengah agenda Menag yang padat," ujar Thobib dalam keterangan resmi pada laman Kemenag, Senin.

Baca Juga :
Kapolres Tangsel AKBP Boy Laporkan Penerimaan Gratifikasi ke KPK, Ada iPhone 17 Pro Max dan Tongkat Jabatan
KPK Sebut Pegawai Bea Cukai Punya 'Safe House' untuk Simpan Uang-Emas Hasil Suap
KPK Sita Total Rp40,5 M di Kasus Impor Bea Cukai, Ada Emas hingga Uang Asing

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lantik 3 Pejabat Tinggi, Ketua KPK Ingatkan Skor IPK Turun
• 6 jam laludetik.com
thumb
Kata Penjaga Soal Pagar Rumah Pak JK Ditabrak Mobil Berpengemudi Wanita, Mabuk?
• 15 jam laludisway.id
thumb
Bangga putranya masuk TNI, Dewi Perssik ungkap perubahan sikap Gabriel
• 20 jam lalubrilio.net
thumb
Ekspor Mobil Korea Selatan Melonjak 21,7 Persen pada Awal 2026
• 49 menit laluidxchannel.com
thumb
Foto: Banjir Susulan Hanyutkan Jembatan, Warga Palembayan Terisolasi
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.