Pangan, Energi, dan Korve Instruksi Presiden

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Muh. Zulhamdi Suhafid

Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar

Pada saat penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakonas) dengan pemerintah daerah, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi kepada aparat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghilangkan sampah di pesisir laut. Instruksi ini tidak hanya berfokus pada aspek kebersihan lingkungan semata, melainkan juga memiliki dimensi yang lebih luas, yaitu menumbuhkan kembali budaya gotong royong di Indonesia. Dalam konteks ini, korve (kerja bakti) merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar, sehingga kehidupan masyarakat dapat terjaga dan bersih dari bahaya penyakit yang dapat timbul akibat kerusakan lingkungan.

Instruksi Presiden ini dapat dilihat sebagai sinyal untuk menginternalisasi nilai-nilai gotong royong dan tanggung jawab sosial dalam masyarakat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Jadi korve tidak hanya menjadi kegiatan yang bersifat fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui instruksi ini, Presiden berharap bahwa masyarakat dapat lebih proaktif dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup, sehingga tujuan pembangunan nasional lainnya dapat tercapai.

Sejak awal dilantiknya pada 20 Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka telah memperjelas program dan arah kepemimpinannya sangat ingin mewujudkan “Swasembada Pangan dan Energi”. Kedua sektor ini dipercayakan kepada 2 Tokoh Indonesia Timur yakni Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) dan Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral). Kedua Menteri ini telah memperlihatkan kerja-kerjanya dalam mencapai swasembada nasional. Perlu diketahui bahwa Swasembada pangan dan energi adalah dua aspek vital yang menjadi dasar bagi kemajuan suatu bangsa. Ketersediaan pangan yang cukup dan energi yang terjangkau menjadi prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Presiden Prabowo Subianto telah menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan dan energi. Dalam pidato-pidatonya, beliau sering mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu lumbung pangan dan energi dunia. Namun, hal ini tidak akan tercapai tanpa partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah.

Dalam bingkai korve, masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam upaya swasembada pangan dan energi. Korve bukan hanya tentang kerja bakti, tetapi juga tentang membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan nasional. Misalnya, program korve bisa difokuskan pada kegiatan penghijauan, pembangunan infrastruktur irigasi, dan pengembangan energi terbarukan seperti solar panel dan biogas. Penulis menganggap bahwa pesan korve juga sebagai pesan tersirat dari presiden prabowo agar seluruh program pemerintah dapat dilakukan secara korve, apalagi program Swasembada Pangan dan Energi. Untuk mengakselerasi tercapainya swasembada pangan dan energi, sangat penting dilakukan secara korve antara pemerintah dengan masyarakat, agar kolaborasi dan keterlibatan masyarakat dapat terwujudkan.

Dalam mewujudkan asta cita Presiden Prabowo Subianto, korve menjadi salah satu strategi baru dan penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional. Dengan korve, masyarakat diajak untuk menjadi bagian dari solusi dan bukan hanya sebagai penerima manfaat. Oleh karena itu, pemerintah perlu memperkuat program korve dengan memberikan insentif, pelatihan, dan dukungan yang memadai kepada masyarakat.

Dalam konteks pangan, korve bisa diarahkan pada kegiatan peningkatan produksi pertanian, pengembangan agrowisata, dan pemberdayaan petani lokal. Misalnya, masyarakat bisa diajak untuk berpartisipasi dalam program tanam padi bersama, pengembangan kebun sayur organik, atau pembuatan pupuk kompos. Maka dari itu, kita tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat. Sementara itu, dalam hal energi, korve bisa difokuskan pada pengembangan energi terbarukan dan penghematan energi. Masyarakat bisa diajak untuk berpartisipasi dalam program pemasangan solar panel di rumah-rumah, pengembangan biogas dari limbah pertanian, atau kegiatan penghematan energi. Oleh karenanya, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meningkatkan ketersediaan energi yang ramah lingkungan.

Pertautan antara pangan, energi, dan korve adalah kunci untuk kemajuan bangsa Indonesia, sebab dari zama dahulu, kita diajarkan untuk hidup bergotong royong dalam mencapai kemaslahatan bersama. Kabinet merah putih tengah mengupayakan mewujudkan swasembada pangan dan energi di Indonesia. Dengan cara korve, masyarakat diajak untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan nasional dan meningkatkan kualitas hidup. Asta cita Presiden Prabowo Subianto bisa tercapai jika masyarakat dan pemerintah bekerja sama dalam mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan sejahtera. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag Minta Rp 702,9 M Buat Benahi Madrasah-Rumah Ibadah yang Rusak di Sumatera
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Awal Puasa 2026 Muhammadiyah dan Pemerintah Beda Tanggal, Ini Tanggapan MUI
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jatim Hari Ini: Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Truk Tangki Muatan Bahan Kimia Terbakar di Tol Cipali, Arus Lantas Sempat Ditutup | SAPA SIANG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Belum Bayar Listing Fee, 50 Emiten Kena Suspensi
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.