Terkini, Makassar – Sejumlah nama mulai mencuat dalam proses penjaringan calon Ketua PAC Kecamatan Ujung Pandang PDI Perjuangan Kota Makassar. Hal itu mencuat pada forum penjaringan Jelang MUSANCAB yang dilaksanakan di Jalan Sultan Hasanuddin Kota Makassar, Rabu 18 Februari 2026.
Dari lima nama yang mengemuka dalam forum penjaringan, sosok Harrie Sabrang menjadi perhatian utama.
Senior partai di Kota Makassar yang akrab disapa Arie Ceper ini merupakan mantan Ketua PAC Ujung Pandang dan pernah menjabat sebagai pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Makassar selama dua periode. Kemunculan namanya sebagai kandidat Ketua PAC cukup mengejutkan sejumlah kader.
Saat dikonfirmasi melalui WhatsApp terkait namanya yang kembali mencuat, Harrie Sabrang memberikan respons singkat namun tegas.
“Saya ini kader partai, apapun partai perintahkan saya laksanakan,” ujar Harrie Sabrang.
Selain Harrie Sabrang, nama Andreas Harjono yang dikenal sebagai owner Kembang Jaya juga muncul sebagai kandidat usulan dari beberapa pengurus ranting. Kehadirannya dinilai membawa warna tersendiri dalam dinamika penjaringan tersebut.
Dalam kegiatan itu, Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Legislatif dan Eksekutif DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, Ar Sony, turut hadir bersama jajaran pengurus DPC lainnya. Ia mengapresiasi munculnya sejumlah tokoh dan kader potensial dari Kecamatan Ujung Pandang.
Menurutnya, Ujung Pandang memiliki sejarah panjang sebagai basis kuat partai berlambang banteng tersebut. Ia mengingatkan bahwa lahir dan besar di wilayah tersebut, bahkan memulai karier politiknya sebagai Ketua PAC sebelum menapaki jenjang yang lebih tinggi.
“Jadi wajar kalau Ujung Pandang disebut sebagai salah satu basis kuat partai Banteng,” ujarnya.
Selain Harrie Sabrang dan Andreas Harjono, sejumlah kader lainnya juga masuk dalam bursa calon Ketua PAC, di antaranya Abd. Rahman. Tak hanya itu, figur perempuan atau srikandi partai turut meramaikan penjaringan, yakni Any Tayo dan Yohana Massie.
Proses penjaringan ini menjadi bagian penting dalam rangkaian MUSANCAB yang akan menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi partai di tingkat kecamatan.
Dinamika yang terjadi menunjukkan semangat kader dalam memperkuat struktur partai demi menghadapi agenda politik ke depan.




