Menag Jadi Penceramah Sholat Tarawih Pertama di Istiqlal, Bakal Bicara Eco-Theology

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dijadwalkan menjadi penceramah Sholat Tarawih perdana di Masjid Istiqlal malam ini, Rabu 18 Februari 2026. Dilihat dari laman resminya, Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal akan menyampaikan ceramah dengan tema Ramadhan Hijau. Sholat Tarawih di Istiqlal akan dilangsungkan 20 rakaat serta 3 rakaat Sholat Witir.

Imam pertama akan memandu Sholat Isya dan Tarawih 8 rakaat, sementara imam kedua akan memandu Sholat Tarawih 12 rakaat serta 3 rakaat Sholat Witir. Ia menjelaskan, tema akan diparalelkan dengan tema di Kementerian Agama (Kemenag) yang digagas, yakni eco-theology.

“Jadi eco-theology itu ini ada maknanya sangat fundamental ya. Karena kita sadar bahwa Tuhan itu kan lebih menonjol sebagai feminine God, lebih menonjol sebagai nurture. Nurture itu apa? Lembut, mendidik, mengasuh, membina ya,” ujar dia. 

Baca Juga :
Sholat Tarawih Perdana, Muhammadiyah Ajak Umat Islam Sambut Ramadhan dengan Gembira

“Nah bukan sebagai Tuhan Maha Pendendam, Mahakeras, dan Mahajantan, Mahastruggle. Nabinya pun juga lebih menonjol sebagai jamaliah, feminine prophet ya kan. Kitab sucinya pun juga menonjol sebagai kitab-kitab feminin, kitab penuh kelembutan,” sambung dia.

“Karena tidak mungkin kita bisa menjadi hamba tanpa alam yang sehat. Tidak mungkin bisa menjadi khalifah yang baik tanpa alam yang sehat juga. Nah alam ini punya hak, manusia juga punya hak. Jadi kalau kita tidak menghargai hak alam semesta, alam akan marah,” ungkapnya.

Baca Juga :
Momen Warga Muhammadiyah Laksanakan Sholat Tarawih Perdana

“Nah apa jadinya kalau alam marah? Ya kan? Ada banjir, ada longsor, ada tsunami, ada macam-macam. Nah cara untuk menyelesaikan persoalan-persoalan fundamental ini kita harus lebih banyak kembali bagaimana kita bersahabat dengan alam. Jangan hanya menganggap alam ini sebagai objek, tetapi itu partner untuk hidup bersama saling menguntungkan dan saling memperkuat satu sama lain. Itu mindset agama ini. Jadi ada semacam program de-maskulinisasi teologi. Melakukan de-maskulinisasi teologi ya kan,” jelas dia.

(Arief Setyadi )


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Baru Sehari Kabur, Residivis Ditangkap Polisi saat Nyetir Mobil Curian di Jepara
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kejujuran di Tengah Budaya Pencitraan Digital
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Satu Data yang Belum Satu: Ketika Angka Banyak, tapi Makna Minim
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Video: Memanas, PM Kamboja Tuduh Thailand Duduki Wilayahnya!
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramadhan Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Karakter di Sekolah Kota Cilegon
• 23 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.