Purbaya Masih Tunggu Arahan Prabowo soal Utang Whoosh Dibayar Pakai APBN

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait penyelesaian utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh. Pemerintah sempat memberi sinyal penggunaan APBN dalam penyelesaian masalah tersebut. 

“Saya masih tunggu petunjuk (Presiden),” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2). 

Purbaya pun belum dapat memastikan apakah pembayaran utang kereta cepat itu akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ia baru akan mengeksekusi rencana penyelesaian Whoosh dengan APBN jika memang ada titah langsung dari Presiden Prabowo Subianto. 

“Belum ada petunjuk khusus dari Presiden. Adanya dari Rosan (CEO Danantara). Itu kan belum clear. Saya kalau ada petunjuk Presiden saya kerjain, sekarang belum. Paling enggak, ada tapi belum firm,” kata Purbaya. 

Purbaya sebelumnya kemungkinan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membayar utang tersebut masih 50%. “Seingat saya sih masih fifty-fifty, nanti saya akan diskusikan,” kata dia akhir tahun lalu.

Istana Kepresidenan sebelumnya mengatakan pembahasan mengenai skema pembayaran utang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung Whoosh telah memasuki tahap finalisasi. 

Menteri Sekretaris Negara  Prasetyo Hadi sempat memberikan sinyal pembayaran utang Whoosh akan menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Prasetyo Hadi mengatakan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kini sedang bernegosiasi dengan mitra Cina terkait teknis pembayaran utang proyek kereta cepat. 

“Laporan terakhir rapat di Danantara, masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara,” kata Prasetyo seusai Konferensi Pers Stimulus Ekonomi Diskon Tarif Transportasi Idul Fitri 2026 di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/2).

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengatakan negara akan bertanggung jawab terkait penyelesaian utang kereta cepat Whoosh. 

Pemerintah, menurut dia, mampu membayar kewajiban pembayaran proyek senilai Rp 116 triliun dengan mencicilnya sebesar Rp 1,2 triliun per tahun. 

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku operator Whoosh adalah perusahaan patungan antara konsorsium perusahaan perkeretaapian Cina melalui Beijing Yawan HSR Co. Ltd dan konsorsium BUMN yang membentuk PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI). 

Komposisi pemegang saham PSBI yaitu PT Kereta Api Indonesia 51,37%, PT Wijaya Karya 39,12%, PT Perkebunan Nusantara I 8,30%, dan PT Jasa Marga 1,21%. Adapun komposisi pemegang saham Beijing Yawan HSR Co. Ltd yaitu CREC 42,88%, Sinohydro 30%, CRRC 12%, CRSC 10,12%, dan CRIC 5%.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
85 Negara Anggota PBB Kutuk Israel yang Kian Menjadi-jadi di Tepi Barat
• 15 jam laludetik.com
thumb
Menkeu Purbaya: THR ASN dan TNI-Polri Cair Minggu Pertama Ramadan 2026
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang Ramadan, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan Masyarakat Indonesia ke Masjidil Aqsa
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Truk Tangki Terbakar di KM 185 Tol Cipali, Arus ke Cirebon Dialihkan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Suasana Sholat Tarawih Pertama di Masjid Cut Meutia Jakpus, Jamaah Membeludak
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.