Bisnis.com, JAKARTA - Langkah Persib Bandung dalam perhelatan Liga Champions Dua AFC terhenti di hadapan publik Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), kendati bisa membalas kekalahan Ratchaburi FC dengan skor 1-0.
Sekadar pengingat, Persib ketinggalan agregat 3-0 saat bermain di kandang Stadion Ratchaburi, Na Muang, Thailand, Rabu (11/2/2026) pada laga leg pertama pekan lalu. Alhasil, kemenangan 1-0 di kandang belum cukup buat meloloskan Persib menuju perempat final Liga Champions Dua AFC.
Pangeran Biru mendominasi sejak babak pertama dengan penguasaan bola hingga 68%. Thom Haye sang jenderal lapangan tengah menjadi sosok sentral, lewat memasok bola menjadi peluang hingga 5 kali.
Para pemain depan, dari Andrew Jung, Berguinho, Adam Alis, dan Uilliam Barros pun banyak menciptakan tembakan ke arah gawang.
Bahkan, Berguninho sempat mengantar bola ke jala kiper Pathomakkakul pada menit awal. Sayangnya, gol dianulir karena offside.
Gol Persib terjadi pada menit ke-39, berkat penetrasi dari sayap kiri, umpan tarik yang tak terlalu mulus justru mengarah ke kaki kiri Andrew Jung.
Baca Juga
- Belum Pernah Kalah di Kandang, Persib Yakin Bisa Balas Ratchaburi Berkat Energi Bobotoh
- Prediksi Skor Persib vs Ratchaburi: Head to Head, Susunan Pemain
- Hasil Ratchaburi vs Persib 3-0, Efek Debut Castel dan Kurzawa Belum Kentara
Hingga jelang turun minum, dominasi Eliano Reijnders dkk berlanjut. Sayangnya, terjadi sentuhan tekel Uilliam Barros berujung kartu merah seketika, sebab bek Ratchaburi, Jonathan Khemdee sampai terjatuh kesakitan.
Persib pun terpaksa harus melanjutkan laga dengan 10 pemain saja pada babak kedua.
Pelatih Persib Bojan Hodak memutuskan mengganti Dewangga dengan Layvin Kurzawa di sayap kiri, lantas mengganti Adam dengan Beckham Putra di posisi gelandang serang.
Beckham banyak menggedor sisi kiri, bergantian dengan Kurzawa. Bahkan, kombinasi keduanya nyaris berujung gol apik ke bagian top corner net, namun refleks Pathomakkakul menggagalkannya.
Persib tetap mendominasi sampai akhir dengan penguasaan bola 57%, menciptakan 20 tendangan dengan 5 di antaranya mengarah ke gawang, dan 3 peluang terlewatkan.
Thom Haye menjadi pemain dengan rating tertinggi selama 83 menit aksinya, tepatnya diganjar nilai 8,1, berkat peluang-peluang dari umpan kunci yang diciptakannya.
Menyusul kemudian, Patricio Matricardi dan Federico Barba sama-sama memperoleh nilai 7,7, sebab masing-masing punya 9 dan 6 kali aksi bertahan, sempat menciptakan tendangan jarak jauh, juga beberapa kali membuka peluang lewat aksi build-up dari belakang.




