Jakarta, VIVA – PT Bintang Toedjoe dan Extrajoss kembali meluaskan cakupan pasarnya untuk terus menyasar segmen anak muda dan komunitas, melalui perhelatan Extrajoss Ultimate Takeover Medan.
Setelah sukses di Car Free Day Jakarta pada Mei dan di Bandung pada Desember 2025, Extrajoss Ultimate Takeover Medan digelar di Lapangan Merdeka dengan membawa energi ke ruang publik yang dekat dan relevan bagi anak muda Kota Medan dan sekitarnya.
Head of Marketing, Media, and Consumer Insight PT Bintang Toedjoe, Arwin Nugraha Hutasoit mengatakan, setiap kota punya karakter dan energinya masing-masing. Menurutnya, Medan adalah kota dengan energi yang tidak pernah setengah-setengah, dimana anak mudanya berani dan komunitasnya solid.
"Di Medan, setiap gerakan selalu punya kebanggan tersendiri dari otomotif, musik, sampai olahraga, semuanya saling dukung. Karena itu Ultimate Takeover paling pas dijalankan di kota Medan," kata Arwin dalam keterangannya, Rabu, 18 Februari 2026.
- [Istimewa]
Dia menambahkan, Extrajoss Ultimate diperkenalkan sebagai energi yang lebih seimbang dan relevan dengan kebutuhan masa kini. Dengan kandungan green coffee sebagai sumber natural energy, kadar gula yang lebih rendah, menghasilkan energi yang lebih smooth, dan fokus yang panjang.
"Sehingga tepat untuk menemani ritme cepat kota Medan tanpa rasa berlebihan,” ujarnya.
Tagline “I Am Ultimate” terasa hidup di Lapangan Merdeka dalam gelaran tersebut. Setiap individu yang hadir membawa ceritanya masing-masing, tentang pilihan untuk terus bergerak, keberanian mengekspresikan diri, dan mimpi yang terus dirawat dengan energi yang tepat.
Beragam komunitas turut ambil bagian, mulai dari perkusi, skateboard, cosplay, sepatu roda, poundfit, hingga BMX. Pawai ini semakin hidup dengan kehadiran karaoke cart, sofabed, hingga ranjang beroda yang ikut melaju bersama rombongan dan menciptakan pengalaman visual yang unik dan tak terduga.
“Anak muda selalu punya potensi dan semangat besar. Melalui Extrajoss Ultimate, kami ingin menjadi partner dalam perjalanan mereka, bukan hanya di satu acara, tetapi di keseharian mereka,” ujarnya.
Sejak pagi hari, kawasan Lapangan Merdeka sudah dipenuhi antusiasme. Acara dibuka dengan pawai komunitas yang menempuh rute sejauh kurang lebih 2 kilometer dengan mengenakan piyama, sebagai simbol mimpi yang dibawa ke jalanan.




