Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan pihaknya akan melakukan ground check terhadap 106.153 Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang sempat dinonaktifkan. Amalia mengatakan saat ini para penerima tersebut telah direaktivasi otomatis oleh BPJS Kesehatan sehingga tetap bisa mengakses layanan berobat.
"Komisi X DPR memberikan dukungan kepada BPS untuk melakukan ground check terhadap 106.153 penerima PBI yang sempat dinonaktifkan tetapi kemudian menderita penyakit katastropik, ini akan kami lakukan ground check," kata Amalia usai rapat bersama Komisi X DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2/2026).
"Tentunya sambil bersamaan yang 106.153 orang ini sudah direaktifasi secara otomatis oleh BPJS Kesehatan, sehingga mereka tetap bisa berobat," sambungnya.
Selain itu, kata dia, pihaknya juga berencana melakukan ground check terhadap sekitar 5,9 juta keluarga. Angka tersebut, merupakan berasal dari sekitar 11 juta orang yang sebelumnya dinonaktifkan status PBI-nya.
"Tentang rencana kami untuk melakukan ground check terhadap kira-kira 5,9 juta keluarga atau ini yang berasal dari 11 jutaan orang yang dinonaktifkan PBI-nya atau kalau kami konversi terhadap keluarga ini sekitar 5,9 juta keluarga," katanya.
Sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Kemensos telah melakukan reaktivasi otomatis BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) terhadap 106 ribu pengidap penyakit katastropik atau kronis. Reaktivasi otomatis telah dilakukan.
"Yang pertama ini sudah otomatis aktif, jadi otomatis sudah direaktivasi. Jadi yang 106 ribu lebih itu sudah direaktivasi per hari ini ya," kata Gus Ipul di gedung Kemensos RI, Jakarta Pusat, Selasa (10/2).
Gus Ipul menyebut bantuan tersebut aktif selama 3 bulan. Setelah itu, Kemensos akan kembali mengecek kelayakan dari penerima bantuan tersebut.
"Selama 3 bulan ke depan, nanti hasilnya kita lihat apakah memenuhi syarat ya. Bagi yang memenuhi syarat, ya tentu akan mendapatkan bantuan, tapi yang tidak memenuhi syarat kita sarankan nanti untuk menjadi peserta mandiri," ujarnya.
(amw/fca)





