MEMASUKI bulan Ramadan 2026, menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik tetap penting dilakukan. Namun, tidak semua orang memiliki kondisi fisik yang sama untuk melakukan olahraga saat menjalankan ibadah puasa Ramadan. Dokter spesialis kedokteran olahraga lulusan Universitas Indonesia, Risky Dwi Rahayu, memberikan peringatan khusus bagi kelompok tertentu.
"Olahraga itu bukan salah satu aktivitas yang harus dihindari pada waktu berpuasa, tapi, memang kalau kita memaksakan diri itu tidak bagus," ujar dr. Risky dalam sebuah pertemuan media daring di Jakarta.
Daftar Kelompok yang Wajib WaspadaBeberapa kelompok masyarakat disarankan untuk tidak memaksakan diri dalam berolahraga dan harus lebih cermat memperhatikan asupan gizi serta kondisi fisik mereka selama berpuasa. Kelompok tersebut meliputi:
Baca juga : Tradisi Limau Barongge, Cara Masyarakat Sungai Pisang Sambut Ramadan 1447 H
- Ibu Hamil: Memerlukan penyesuaian aktivitas agar tidak menimbulkan risiko pada kondisi janin.
- Ibu Menyusui: Harus menjaga keseimbangan energi agar produksi ASI tetap terjaga.
- Penderita Penyakit Penyerta (Komorbid): Khususnya penderita diabetes melitus dan hipertensi.
Bagi penderita komorbid, dr. Risky menekankan bahwa olahraga sebenarnya adalah bagian dari terapi. Namun, karena kondisi puasa mengubah pola makan dan minum, konsultasi dengan dokter menjadi wajib untuk mendapatkan rekomendasi jenis dan waktu olahraga yang tepat.
Bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta, latihan fisik tetap diperlukan sebagai bagian dari kontrol penyakit, namun harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak memicu komplikasi saat puasa.
Jangan Pasang Target Terlalu EkstremBagi masyarakat yang baru memulai latihan fisik di bulan Ramadan, dr. Risky menyarankan agar tidak membuat target yang terlalu berat. Fokus utama seharusnya adalah membentuk kebiasaan baru yang bermanfaat bagi tubuh, bukan pencapaian performa maksimal.
Baca juga : Cara Mencegah Bau Mulut saat Puasa: Tips Ampuh dari Ketua PDGI
Misalnya, bagi individu yang ingin menurunkan berat badan, prosesnya harus dilakukan secara moderat. Ramadan bukanlah waktu yang tepat untuk mencapai performa puncak, seperti persiapan untuk lari maraton, karena tubuh berada dalam kondisi keterbatasan asupan energi di siang hari.
Tips Olahraga Selama Ramadan 2026 dengan AmanUntuk menjaga kebugaran tanpa membahayakan kesehatan, berikut adalah beberapa poin yang perlu diperhatikan:
Aspek Rekomendasi Ahli Intensitas Ringan hingga sedang (Low to Moderate) Waktu Latihan Menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa Tujuan Mempertahankan kebugaran (Maintenance)Dengan mengikuti panduan medis yang tepat, olahraga saat puasa tetap bisa memberikan manfaat optimal bagi kesehatan tanpa harus mengorbankan keselamatan fisik, terutama bagi kelompok yang memiliki risiko kesehatan lebih tinggi.
Alasan dan Jenis Olahraga 1. Apakah ibu hamil boleh olahraga saat puasa?Boleh, namun harus disesuaikan dengan kondisi fisik dan usia kehamilan. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan terlebih dahulu.
2. Mengapa penderita diabetes harus hati-hati olahraga saat puasa?Olahraga saat puasa bagi penderita diabetes berisiko menyebabkan hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara drastis yang bisa berbahaya jika tidak dipantau.
3. Apa jenis olahraga yang paling aman saat puasa?Jalan santai, yoga ringan, atau peregangan statis adalah pilihan terbaik karena tidak menguras banyak cairan tubuh.
(Ant/H-3)





