Jakarta (ANTARA) - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berkoordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membahas kesiapan angkutan Lebaran 2026 agar pelaksanaannya berjalan aman dan lancar.
"Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional," kata Menhub di Jakarta, Rabu.
Oleh karena itu, Menhub menyampaikan perlunya koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik lebaran berjalan lancar.
"Sebagian besar perjalanan mudik nasional berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, dengan tujuan favorit nasional, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta," ujarnya.
Dengan potensi pergerakan masyarakat DKI Jakarta yang begitu besar, Menhub meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan sejumlah dukungan demi kelancaran angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Salah satunya, kata Dudy, adanya Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi (khususnya terminal tipe A), serta pemeriksaan kesehatan awak kendaraan (pengemudi).
"Serta konsolidasi dan penyiapan mudik gratis," tambah Menhub.
Baca juga: Menhub temui KDM perkuat pengawasan titik rawan mudik Lebaran di Jabar
Selain itu, Menhub juga mendorong Pemprov DKI Jakarta meningkatkan akses dan layanan angkutan feeder bagi pemudik.
"Kami berharap Pemprov DKI dapat menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, serta meningkatkan layanan angkutan feeder, terutama menuju ke simpul-simpul mudik gratis," katanya.
Selanjutnya, pengawasan, pengendalian dan pengaturan rekayasa lalu lintas perlu dilakukan secara kondisional, yakni dengan menyediakan petugas keamanan di titik-titik rawan kemacetan dan keramaian (pengawasan melalui CCTV), memastikan kesiapan jalur alternatif, serta memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
"Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan juga penting dilakukan, termasuk sosialisasi keselamatan berkendara bagi pengguna kendaraan pribadi," lanjut Menhub.
Baca juga: Menhub: Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 berpeluang melampaui survei
Menhub juga meminta penambahan fasilitas umum di simpul-simpul transportasi terpadat, seperti penyediaan gerai makanan, bengkel kendaraan, hingga toilet portabel untuk menunjang kenyamanan perjalanan masyarakat.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa) selama masa angkutan lebaran (H-10 sampai dengan H+11) mencapai 3,67 juta kendaraan. Adapun prediksi puncak arus mudik pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) yakni sebanyak 259.000 kendaraan.
Sementara proyeksi lalu lintas masuk Jakarta (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, GT Cikupa) selama H-10 sampai dengan H+11 lebaran sebanyak 3,54 juta kendaraan, dengan prediksi puncak arus balik pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) yakni 285.000 kendaraan.
Baca juga: Kemenhub tambah kapal mudik Lebaran di pelabuhan alternatif Banten
Baca juga: Menhub sebut 255 unit kapal disiapkan dukung angkutan Lebaran
Baca juga: Menhub: Antisipasi cuaca ekstrem selama Angkutan Lebaran 2026
"Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu provinsi dengan pergerakan masyarakat tertinggi secara nasional," kata Menhub di Jakarta, Rabu.
Oleh karena itu, Menhub menyampaikan perlunya koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan perjalanan masyarakat selama arus mudik dan balik lebaran berjalan lancar.
"Sebagian besar perjalanan mudik nasional berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta, dengan tujuan favorit nasional, antara lain Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan Yogyakarta," ujarnya.
Dengan potensi pergerakan masyarakat DKI Jakarta yang begitu besar, Menhub meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan sejumlah dukungan demi kelancaran angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Salah satunya, kata Dudy, adanya Posko Pelayanan dan Monitoring Angkutan Lebaran 2026 guna memastikan kesiapan armada (ramp check) dan simpul transportasi (khususnya terminal tipe A), serta pemeriksaan kesehatan awak kendaraan (pengemudi).
"Serta konsolidasi dan penyiapan mudik gratis," tambah Menhub.
Baca juga: Menhub temui KDM perkuat pengawasan titik rawan mudik Lebaran di Jabar
Selain itu, Menhub juga mendorong Pemprov DKI Jakarta meningkatkan akses dan layanan angkutan feeder bagi pemudik.
"Kami berharap Pemprov DKI dapat menyediakan kemudahan akses bagi pemudik menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara, serta meningkatkan layanan angkutan feeder, terutama menuju ke simpul-simpul mudik gratis," katanya.
Selanjutnya, pengawasan, pengendalian dan pengaturan rekayasa lalu lintas perlu dilakukan secara kondisional, yakni dengan menyediakan petugas keamanan di titik-titik rawan kemacetan dan keramaian (pengawasan melalui CCTV), memastikan kesiapan jalur alternatif, serta memastikan kelancaran perjalanan pemudik.
"Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan juga penting dilakukan, termasuk sosialisasi keselamatan berkendara bagi pengguna kendaraan pribadi," lanjut Menhub.
Baca juga: Menhub: Pergerakan Angkutan Lebaran 2026 berpeluang melampaui survei
Menhub juga meminta penambahan fasilitas umum di simpul-simpul transportasi terpadat, seperti penyediaan gerai makanan, bengkel kendaraan, hingga toilet portabel untuk menunjang kenyamanan perjalanan masyarakat.
Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa) selama masa angkutan lebaran (H-10 sampai dengan H+11) mencapai 3,67 juta kendaraan. Adapun prediksi puncak arus mudik pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) yakni sebanyak 259.000 kendaraan.
Sementara proyeksi lalu lintas masuk Jakarta (GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, GT Cikupa) selama H-10 sampai dengan H+11 lebaran sebanyak 3,54 juta kendaraan, dengan prediksi puncak arus balik pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) yakni 285.000 kendaraan.
Baca juga: Kemenhub tambah kapal mudik Lebaran di pelabuhan alternatif Banten
Baca juga: Menhub sebut 255 unit kapal disiapkan dukung angkutan Lebaran
Baca juga: Menhub: Antisipasi cuaca ekstrem selama Angkutan Lebaran 2026




