tvOnenews.com — Bek Timnas Indonesia Shayne Pattynama akhirnya mengungkap kalimat serta gestur yang membuat wasit asal China Ma Ning, mengganjarnya kartu merah dalam laga kontra Irak pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Insiden itu terjadi usai pertandingan Timnas Indonesia melawan Irak di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, 12 Oktober 2025. Dalam laga tersebut, skuad Garuda kalah 0-1 dan gagal melangkah ke Piala Dunia 2026.
Shayne sendiri tidak dimainkan oleh Patrick Kluivert, namun tetap menerima kartu merah setelah laga berakhir akibat protes keras kepada wasit.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Akibat tindakannya, pemain yang kini membela Persija Jakarta itu dijatuhi sanksi tambahan berupa larangan tampil empat pertandingan serta denda 5.000 Swiss Franc.
Shayne mengaku tak mampu menahan emosinya terhadap sejumlah keputusan Ma Ning sepanjang pertandingan.
“Saya hanya merasa benar-benar marah. Kalian semua melihat pertandingannya dan wasit benar-benar membuat beberapa keputusan bodoh. Saya bahkan tidak tahu bagaimana mengatakannya,” ujar Shayne dalam siniar bersama YouTube Sport77, dikutip Kamis (19/2/2026).
Bek berusia 27 tahun itu sempat ragu mengungkap detail ucapannya. Namun akhirnya ia membeberkan apa yang dilakukannya di hadapan sang pengadil.
“Saya tidak tahu apakah saya harus mengatakannya. Tetapi, setelah pertandingan, saya pergi ke wasit dan saya melihatnya. Yang saya lakukan pertama kali adalah seperti ini,” kata Shayne sembari melakukan gestur tepuk tangan.
- tvOnenews.com - Taufik Hidayat
Tak hanya itu, Shayne juga mempertanyakan integritas wasit dengan gestur tangan seolah menghitung uang.
“Saya seperti, ‘Kerja bagus’. Dan kemudian saya bertanya, ‘Berapa banyak mereka membayarmu?’. Lalu saya melakukan gerakan (gestur tangan yang menghitung uang) ini di depan wajahnya,” kata dia.
“Saya mengatakan kepadanya kamu sangat buruk hari ini. Wasit yang buruk. Maaf untuk bahasa saya ini. Saya mengatakannya dan kemudian dia seperti, ‘Apa?, lalu memberikan kartu merah,” ia menambahkan.
Kekecewaan Shayne disebut memuncak karena ia juga merasa keputusan wasit merugikan tim. Bahkan, saat melakukan pemanasan di pinggir lapangan, ia turut meluapkan emosi kepada hakim garis.




