Pembuktian Ilmiah Makna Kesejahteraan yang Sebenarnya

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

Terkadang dalam benak pikiran kita, terngiang untuk memahami apa yang dimaksud dengan hidup yang bermakna. Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan hasil penelitian dari Harvard T.H. Chan School of Public Health bersama sejumlah institusi internasional lainnya yang disebut dengan Global Flourishing Study (GFS).

Di mana, di dalam studi tersebut mereka menggunakan pendekatan multidimensional untuk menilai kesejahteraan manusia, yang mereka sebut sebagai flourishing, yaitu sebuah kondisi di mana berbagai aspek kehidupan berjalan baik secara bersamaan. Aspek-aspek ini mencakup kebahagiaan dan kepuasan hidup, kesehatan fisik dan mental, makna dan tujuan hidup, karakter dan kebajikan, serta hubungan sosial yang erat.

Penelitian ini melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 22 negara yang secara nasional representatif, dan menjadikannya salah satu studi kesejahteraan manusia paling komprehensif dunia saat ini. Temuan utama penelitian ini menunjukkan beberapa hal penting. Pertama, indikator ekonomi seperti pendapatan nasional (PDB) bukanlah penentu utama flourishing.

Sebaliknya, justru negara-negara berpendapatan menengah, misalnya Indonesia, Filipina, dan Meksiko, mencatat skor flourishing tinggi. Sementara banyak negara maju justru berada di tengah atau bawah dalam peringkat keseluruhan meski memiliki keamanan finansial yang lebih baik. Hal ini menunjukkan bahwa makna hidup, hubungan sosial, dan karakter personal berperan signifikan dalam menilai kesejahteraan dibanding sekedar kekayaan materi.

Kedua, berdasarkan rentang usia, data menunjukkan skor flourishing relatif stabil pada usia 18–49 tahun dan meningkat secara bertahap setelah usia 50, dengan usia lanjut memiliki skor tertinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa generasi muda masa kini menghadapi tekanan sosial-emosional yang mungkin memengaruhi kesejahteraan mereka.

Yang lebih mengejutkan lagi penelitian ini mencatat bahwa, partisipasi dalam kegiatan keagamaan secara signifikan berkorelasi dengan skor flourishing yang lebih tinggi, bahkan di negara-negara yang relatif sekuler. Hal ini menegaskan peran agama sebagai salah satu faktor yang memperkuat hubungan sosial, memberikan makna hidup, serta membentuk karakter dan nilai moral individu. Bukankah Rasulullah SAW bersabda sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk lainnya ? (HR. Ahmad).

Temuan-temuan ini memiliki implikasi luas bagi pemangku kebijakan, akademisi, dan praktisi sosial. Pertama, pendekatan kesejahteraan yang hanya mengandalkan indikator pertumbuhan ekonomi terbukti tidak cukup dalam menjelaskan kualitas hidup manusia secara keseluruhan. Kedua, upaya pembangunan sosial dan kesehatan masyarakat perlu mengintegrasikan aspek psikologis, sosial, dan moral guna mendukung kesejahteraan yang menyeluruh. Ketiga, pemahaman terhadap dimensi flourishing ini mendorong kita untuk merumuskan intervensi sosial yang mampu memperkuat hubungan interpersonal dan nilai-nilai gotong-royong sebagai pusat dari kesejahteraan masyarakat.

Sebagai contoh, dalam konteks pemberdayaan masyarakat dan pembangunan sosial, program-program yang memperkuat jaringan komunitas, memperluas akses kegiatan ketaqwaan dan keagamaan, serta memfasilitasi pendidikan karakter dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kesejahteraan secara multidimensional. Hal ini sejalan dengan rekomendasi para peneliti bahwa pemahaman lokal terhadap prioritas dan konteks budaya masing-masing masyarakat sangat penting dalam pengembangan strategi kesejahteraan yang efektif.

Secara keseluruhan, GFS membuka wawasan baru tentang apa artinya hidup yang bermakna dalam konteks global. Penekanan pada kualitas hubungan, makna hidup, dan karakter sebagai bagian integral dari kesejahteraan memberikan landasan ilmiah untuk mendefinisikan ulang arti kesejahteraan di era modern saat ini. Dengan pemahaman ini, intervensi sosial masa depan dapat dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kondisi material, tetapi untuk memperkaya kualitas kehidupan manusia secara menyeluruh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Armuji Usulkan 11 Anggota Fraksi PDI Perjuangan Gantikan Adi Sutarwijono
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Beri Pesan Ramadan, Dedi Mulyadi Soroti Ulah Truk Tambang Parungpanjang
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Prabowo Pamer ke Pengusaha AS: Kami Tak Pernah Gagal Bayar, Jaga Disiplin Fiskal
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Wapres Gibran Minta Ekosistem Wirausaha Inklusif Perkuat UMKM dari Level Terbawah
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Nekat Terobos Jembatan Terendam Banjir, IRT di Lumajang Tewas Terseret Arus Sejauh 15 Km
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.