Bisnis.com, JAKARTA — Produsen besi dan baja, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) memperkirakan kebutuhan pasokan baja untuk kebutuhan industri galangan kapal melonjak signifikan dengan persentase tumbuh double digit.
Direktur Komersial, Pengembangan Usaha, dan Portofolio KRAS Hernowo mengatakan saat ini perseroan secara rutin memasok 400.000 ton baja untuk industri galangan kapal nasional.
Lewat upaya penguatan industri maritim Indonesia dan amanat dari Danantara untuk memasok baja ke PT PAL sebagai pionir galangan kapal, pihaknya meyakini penyerapan baja ke industri lokal makin masif.
“Jadi sekarang Krakatau Steel itu satu tahun kira-kira mensuplai 400.000 ton [galangan kapal]. Ya, sekitar segitu per tahun rutin, ya kebutuhan rutin. Jadi kalau ini size-nya seperti itu, itu growth-nya signifikan itu,” kata Hernowo, dikutip Rabu (18/2/2026).
Dia berharap penguatan industri maritim nasional juga beriringan dengan penggunaan bahan baku lokal, termasuk baja yang diproduksi dalam negeri. Pasalnya, kebutuhan baja untuk industri galangan cukup besar.
“Kalau dibangun di domestik semua bisa double dengan catatan materialnya tidak impor. Nah, jadi kalau materialnya domestik itu bisa double industri kapal kita ya dari sisi penyerapan bahan baku,” jelasnya.
Baca Juga
- Industri Logam Tumbuh 15,71%, Utilitas Produksi Baja Masih Tertahan
- Truk Dilarang Melintas saat Lebaran, Begini Respons Pengusaha Besi Baja
- Danantara Bantu KRAS Bangun Pabrik Hulu Baja, Proyek dengan China Mundur?
Diberitakan sebelumnya, Danantara Indonesia mendorong BUMN sektor manufaktur perkapalan dan kereta api menjadi penyerap utama stok baja produksi PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).
COO Danantara Dony Oskaria mengatakan hasil dari produksi manufaktur kapal atau kereta api tersebut juga akan diserap BUMN di bidang penyedia jasa transportasi di sisi hilir.
“Kami mendorong terjadinya industrialisasi di beberapa aspek, yang terutama sekali berkaitan dengan perusahaan-perusahaan yang ada di dalam lingkup Danantara,” kata Dony dalam RDP Komisi VI DPR RI, dikutip Kamis (5/2/2026).
Dia menerangkan bahwa Danantara akan mewajibkan seluruh perusahaan-perusahaan yang membutuhkan manufaktur kapal yang berada dalam lingkup Danantara untuk dilakukan di fasilitas galangan milik PT PAL Indonesia.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan industri perkapalan kita, termasuk di dalamnya PT PIS [Pertamina International Shipping], PT Pelni, PT ASDP ini kita wajibkan untuk melakukan manufaktur kebutuhan kapal mereka di PT PAL,” ujar Dony.





