Ratusan kepala keluarga yang menjadi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, hingga kini masih harus bertahan di tenda-tenda darurat. Kondisi ini memaksa warga untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan segala keterbatasan di lokasi pengungsian.
Sudah hampir tiga bulan berlalu sejak bencana melanda, namun pembangunan hunian sementara (Huntara) yang dijanjikan bagi para penyintas belum juga rampung. Akibatnya, warga terpaksa menetap di tenda dengan fasilitas seadanya yang dinilai kurang layak untuk ditinggali dalam jangka waktu lama.
Keadaan di tenda pengungsian sangat memprihatinkan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Mereka harus menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk persiapan ibadah Ramadan, di dalam ruang yang sempit dengan sarana pendukung yang sangat minim.
Baca juga: 6.000 KK Terdampak Banjir di Aceh Barat Terima Daging Meugang Bantuan Presiden
Pemerintah setempat saat ini masih terus mengupayakan penyelesaian pembangunan Huntara. Namun, karena proses pengerjaan yang belum selesai sepenuhnya, hunian tersebut belum bisa diserahterimakan kepada warga yang terdampak.
Warga berharap pembangunan dapat segera dipercepat agar mereka bisa segera pindah dari tenda darurat dan menjalani sisa bulan Ramadan serta merayakan Idulfitri di tempat yang lebih layak dan aman.




