Stop Makan 2 Bahan Ini di Selama Ramadhan, InsyaAllah Badan Jadi Lebih Bugar

tvonenews.com
11 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Ramadhan sering dimanfaatkan banyak orang untuk memulai gaya hidup yang lebih sehat. 

Pola makan yang berubah karena adanya waktu sahur dan berbuka sebenarnya bisa menjadi momentum bagi tubuh untuk melakukan pemulihan alami. 

Sayangnya, manfaat puasa kerap tidak terasa maksimal ketika pilihan makanan saat berbuka dan sahur justru didominasi oleh makanan tinggi gula dan lemak.

Menurut penjelasan dr Zaidul Akbar, puasa menyimpan banyak dampak positif bagi kesehatan. 

Di antaranya membantu proses detoksifikasi alami tubuh, meningkatkan performa otak, mendukung pembentukan massa otot bila dibarengi aktivitas fisik, serta memperkuat sistem imun.

"Tapi syaratnya, tidak akan berefek kalau makannya ngawur," tegas dr Zaidul Akbar, dilansir dari kanal YouTube SAHABAT Dr.Zaidul Akbar.

Ilustrasi puasa
Sumber :
  • Pexels/ Gül Işık

Dua Asupan yang Disebut sebagai “Biang Kerok”

Dokter Zaidul Akbar menyebut ada dua bahan yang sebaiknya dihindari selama bulan puasa.

Dua bahan yang dimaksud adalah lemak trans dan gula olahan.

"Ada dua biang keroknya, trans fat atau lemak trans dan yang kedua gula olahan," ungkapnya.

Lemak trans kerap ditemukan pada makanan yang digoreng dengan minyak berulang kali, margarin, fast food, hingga aneka camilan kemasan. 

Sementara itu, gula olahan banyak bersumber dari gula pasir, minuman manis instan, aneka kue berbahan tepung, serta produk olahan terigu lainnya.

Menurutnya, membatasi dua jenis bahan ini akan membantu tubuh menjalankan proses peremajaan sel secara lebih maksimal selama Ramadhan.

"Itu dua dikurangi selama Ramadhan, dan Anda tahu apa saja produknya yang berhubungan dengan dua itu, tubuh Anda akan regenerate sendiri," ujar dr Zaidul Akbar.

Dengan mengurangi lemak trans dan gula olahan, tubuh memiliki peluang lebih besar untuk membersihkan zat-zat patogen sekaligus memperbaiki keseimbangan mikrobioma, terutama yang berada di saluran cerna.

"Dia akan membersihkan patogen-patogen dan meningkatkan microbiom di tubuh kita yang paling banyak di pencernaan kita," lanjutnya.

Kesehatan pencernaan yang membaik ini turut berpengaruh pada hubungan antara usus dan otak, yang dikenal saling terhubung erat dalam menjaga kondisi fisik maupun mental.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengamat Transportasi Sebut Jalur Pantura dan Pansela Bisa Jadi Alternatif Mudik Lebaran 2026
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Belum Bayar Listing Fee, 50 Emiten Kena Suspensi
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Polisi lakukan penyekatan untuk cegah tawuran dan SOTR di Pademangan
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Dampingi Presiden Prabowo di AS, Menteri ESDM Fokus pada Ketahanan Energi dan Hilirisasi
• 1 jam lalumatamata.com
thumb
Profil Gerald Situmorang, Personel Barasuara yang Diam-diam Menikahi Ayushita
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.