Buntut Insiden Penembakan Pilot, 11 Bandara Perintis di Papua Ditutup Sementara

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan penutupan sementara sebelas bandara perintis di wilayah Papua dilakukan sebagai langkah preventif setelah insiden penembakan pilot dan kopilot. Penutupan dilakukan guna memastikan keselamatan penerbangan dan keamanan operasional bandara.

"Salah satu sikap atau tindakan preventif kami sekarang ini adalah dengan menutup beberapa bandara yang kami rasakan belum cukup memadai keamanannya, sehingga dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," kata Menhub dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu.

BACA JUGA: Penembakan di Universitas AS, 2 Orang Tewas, 1 Luka-Luka

Dia menyampaikan penutupan sebelas bandara dan lapangan terbang perintis dilakukan menyikapi kejadian penembakan pesawat Smart Cakrawala Aviation yang mengakibatkan pilot dan kopilot pesawat perintis itu meninggal dunia.

Penutupan dilakukan karena bandara-bandara tersebut dinilai belum memiliki tingkat pengamanan memadai, sehingga berpotensi menimbulkan risiko bagi awak dan penumpang pada operasional penerbangan perintis.

BACA JUGA: Respons KSAD Terkait Penembakan Pesawat Smart Air

Dia mengatakan Kementerian Perhubungan telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kondisi keamanan di sekitar bandara dapat dikelola secara optimal, utamanya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP), guna melindungi penerbangan perintis.

"Khususnya yang berada di daerah 3TP sebagaimana yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Papua (penembakan pilot dan kopilot), kami telah melakukan koordinasi dengan stakeholder," ujar Menhub.

BACA JUGA: Asosiasi Pilot Citilink Bergerak Ikut Bantu korban Banjir Aceh Tamiang

Adapun koordinasi itu melibatkan aparat keamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menjaga stabilitas wilayah.

Upaya itu dilakukan sekaligus mendukung upaya pemerintah memulihkan aktivitas transportasi udara secara bertahap di sejumlah bandara perintis terdampak langsung.

"Kami melakukan koordinasi dengan TNI dan Polri untuk memastikan keamanan yang ada di bandara itu bisa bisa kita kelola dengan sebaik-baiknya," kata Menhub.

Kementerian Perhubungan menegaskan operator yang menghentikan penerbangan perintis di wilayah Papua dengan pertimbangan keamanan dan keselamatan penerbangan tidak akan dikenakan sanksi.

"Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan operator yang menghentikan penerbangan, karena alasan keamanan tidak akan dikenakan sanksi," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa.

Dia juga menyampaikan penerbangan perintis tetap dapat dilaksanakan dengan memastikan kondisi keamanan bandara tujuan terpenuhi. Kemudian operator diberikan kewenangan penuh untuk melakukan penilaian keamanan dan memutuskan keberlanjutan operasional demi keselamatan.

Dia menegaskan insiden penembakan terhadap pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation pada rute Tanah Merah (TMH) – Danawage/Koroway Batu (DNW) menjadi atensi serius Kemenhub.

Dalam insiden yang terjadi pada 11 Februari 2026 itu, pilot dan kopilot pesawat perintis meninggal dunia diduga akibat ditembak di wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan.

Guna antisipasi kejadian yang tidak diinginkan, saat ini Ditjen Hubud telah menghentikan sementara operasional penerbangan di sebelas bandara/satuan pelayanan (satpel) atau lapangan terbang (lapter) yang rawan keamanan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Ke-11 bandara perintis itu meliputi Satpel Koroway Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Faowi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu, dan Lapter Beoga

“Kegiatan operasional pada bandara-bandara tersebut akan dibuka kembali setelah mendapat pengamanan dari aparat TNI/Polri dan kondisi keamanan dinyatakan kondusif serta memenuhi standar keselamatan penerbangan,” kata Lukman.

Selain itu, terdapat lima bandara dengan situasi rawan terkendali namun terdapat pengamanan dari aparat TNI/Polri, sehingga operasional penerbangan dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan perkembangan kondisi daerahnya.

Kelima bandara itu meliputi Bandara Kiwirok, Bandara Moanamani, Satpel Sinak di Ilaga, Satpel Agandugume di Ilaga, dan Bandara Illu. (antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pilot Menceritakan Detik-Detik Pesawat Jatuh di Karawang


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkot Depok Larang Diskotek hingga Panti Pijat Beroperasi Selama Ramadan
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
BGN Dorong SPPG Lebih Kreatif Agar Hindari Sajian UPF saat Ramadan
• 14 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
BPJS Ketenagakerjaan Gresik Perkuat Engagement Pelaku Jasa Konstruksi
• 19 jam lalurealita.co
thumb
PDIP Soroti Bocah Bunuh Diri di Demak: Bukan Cuma Tragedi, Tapi Alarm Moral
• 10 jam laludetik.com
thumb
KKP Segel Aktivitas Ruang Laut Ilegal Gresik
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.