JAKARTA, KOMPAS.TV - Pakar hubungan internasional (HI) Universitas Parahyangan, Yulius Purwadi Hermawan, mengaku skeptis pengiriman pasukan TNI sejumlah 8.000 personel ke Gaza akan mengubah situasi Palestina.
Hal itu disampaikan Yulius dalam program Kompas Petang Kompas TV, Rabu (18/2/2026), yang membahas rencana kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan Board of Peace atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
“Saya pribadi sangat skeptis ya pengiriman pasukan Indonesia yang 8.000 itu akan mengubah situasi,” ucapnya.
Menurut Yulius, pemerintah Indonesia cenderung bersikap terburu-buru dalam menyikapi Board of Peace.
Baca Juga: Pakar: Prabowo Harus Sampaikan Kehadirannya di Board Office karena Mandat PBB
“Indonesia terburu-buru mengirimkannya, bayangan saya sebetulnya, besok dengar dulu rencana dari Donald Trump, Presiden Amerika Serikat dan Donald Trump sebagai chair, dan Presiden Amerika Serikat sebagai anggota Board of Peace, saya kira ini sangat unik. Dengar dulu apa rencananya baru kemudian kita bisa menyampaikan, Indonesia bisa apa,” ujarnya.
“Posisi ini kurang lebih sama dengan Arab Saudi. Arab Saudi juga sudah menyampaikan secara jelas belum bisa komitmen sampai mendengar dengan gamblang, terang benderang apa rencana presiden terkait dengan Board of Peace dan proses selanjutnya.”
Saat ini, Presiden Prabowo tengah berkunjung ke Washington DC, AS, untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Trump dalam rangka memperkuat hubungan ekonomi dan keamanan.
Presiden Prabowo juga dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Board of Peace pada 19 Februari 2026.
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- indonesia kirim pasukan ke gaza
- gaza
- Palestina
- Prabowo Subianto
- Board of Peace
- Donald Trump





