VIVA – Menjaga asupan cairan saat puasa Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi banyak orang. Selama lebih dari 12 jam, tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun minuman. Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini dapat memicu dehidrasi, lemas, sakit kepala, hingga gangguan konsentrasi.
Sebab itu, penting bagi Anda untuk memahami cara minum cukup air saat puasa Ramadhan agar tubuh tetap bugar sepanjang hari. Scroll untuk info lebih lanjut yuk!
Kunci utama menjaga hidrasi selama puasa bukan hanya soal jumlah air yang diminum, tetapi juga pola dan strategi konsumsinya. Tubuh memiliki mekanisme penyerapan cairan yang optimal ketika asupan dilakukan secara bertahap.
Melansir dari NDTV, Kamis, 19 Februari 2026, berikut panduan menjaga hidrasi di bulan Ramadhan.
- pexels.com/Pixabay
1. Penuhi kebutuhan cairan 8 hingga 10 gelas per hari
Kebutuhan cairan orang dewasa umumnya sekitar 2 liter per hari, atau setara dengan 8 hingga 10 gelas air. Saat puasa, jumlah ini tetap perlu dipenuhi, hanya saja waktu konsumsinya dipindahkan ke antara waktu berbuka dan sahur. Pastikan Anda membaginya secara merata sepanjang malam.
2. Gunakan pola minum bertahap
Alih-alih langsung minum dalam jumlah besar saat berbuka, lebih baik Anda memulainya dengan 1 hingga 2 gelas air putih. Setelah itu, lanjutkan minum secara bertahap setelah makan malam, sebelum tidur, dan saat sahur. Pola ini membantu tubuh menyerap cairan lebih efektif serta mengurangi risiko kembung.
3. Jangan lewatkan minum saat sahur
Sahur merupakan waktu penting untuk mempersiapkan tubuh menghadapi puasa seharian. Pastikan Anda minum minimal 2 gelas air saat sahur. Anda juga bisa menambahkan satu gelas air setelah bangun tidur sebelum makan sahur untuk menambah cadangan cairan tubuh.
4. Pilih makanan tinggi kandungan air
Selain air putih, Anda dapat membantu hidrasi dengan mengonsumsi buah dan sayur yang tinggi kandungan air seperti semangka, melon, jeruk, mentimun, tomat, dan selada. Sup bening juga bisa menjadi pilihan karena mengandung cairan sekaligus elektrolit alami.
5. Batasi minuman berkafein dan tinggi gula
Minuman seperti kopi, teh berkafein, dan minuman bersoda dapat meningkatkan produksi urine sehingga tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Minuman tinggi gula juga dapat memicu rasa haus berlebih. Jika Anda terbiasa mengonsumsi kopi, batasi jumlahnya dan imbangi dengan tambahan air putih.





