Jakarta, tvOnenews.com - SUN Energy tengah mengukuhkan perannya dalam mendorong terwujudnya kawasan industri hijau di Indonesia dengan menghadirkan konsep Energy-as-a-Solution.
Pendekatan ini digadang-gadang sebagai solusi keberlanjutan terpadu untuk membantu pengelola kawasan dan tenant industri menekan emisi, meningkatkan efisiensi energi, serta memenuhi standar ESG global.
Melalui skema tersebut, SUN tidak lagi terbatas pada penyediaan energi surya semata. SUN menghadirkan ekosistem energi terintegrasi yang mencakup PLTS atap, sistem manajemen dan penyimpanan energi, hingga elektrifikasi kendaraan operasional. Model ini memungkinkan kawasan industri membangun fondasi green industrial park secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen, SUN telah memasang PLTS di tiga kawasan industri utama, yakni Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka. Total kapasitas terpasang mencapai puluhan megawatt dan tersebar di lebih dari 20 titik proyek.
Pengembangan PLTS di kawasan industri dinilai menjadi langkah awal membentuk ekosistem kawasan rendah karbon. Mengingat kawasan industri merupakan pusat manufaktur dengan konsumsi energi tinggi, perannya sangat strategis dalam menekan emisi operasional sekaligus menjaga daya saing jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan agenda dekarbonisasi nasional dan target Net Zero Emissions 2060.
Konsep Energy-as-a-Solution yang ditawarkan SUN meliputi:
PLTS Atap C&I (Commercial & Industrial) oleh SUN Energy
Elektrifikasi Armada & Infrastruktur Kendaraan Listrik oleh SUN Mobility
Sistem Penyimpanan Energi & Energy Optimization oleh SUN Terra
Energy Monitoring & Intelligence Platform untuk analitik dan efisiensi energi
Melalui pendekatan terintegrasi tersebut, kawasan industri diharapkan mampu menekan biaya energi dalam jangka panjang, mengurangi emisi operasional secara signifikan, meningkatkan nilai dan daya saing ESG, serta mempersiapkan diri menghadapi standar Net Zero Emissions 2060.
“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” ujar Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy, dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (18/2/2026).
"Melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, kami tidak hanya menghadirkan PLTS, tetapi membangun fondasi energi terbarukan yang lebih stabil, efisien, dan rendah emisi bagi tenant dan pengelola kawasan industri. Inilah kontribusi kami dalam mempercepat transisi energi dan mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia.”




