Fenomena Nama Lengkap dalam Novel Teenlit

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Aku Milea. Milea Adnan Hussain. Jenis kelamin perempuan. Lahir di Jakarta, tanggal 10 Oktober 1972 dan sudah mandi.

Demikian introduksi narasi di halaman 13 dari buku novel remaja (teen literature dengan akronim teenlit atau teen fiction) berjudul Dilan (Bagian Kedua) karya Pidi Baiq yang lahir di Bandung, 8 Agustus 1972 (sebaya dengan karakter Milea). Adapun penerbitnya Pastel Books Bandung (2016).

Introduksi narasi itu selintas hampir mirip gaya penulisan biodata atau bionarasi. Untunglah, pada kalimat ketiga yang menginfokan tempat dan kapan karakter itu, secara tiba-tiba ada informasi “dan sudah mandi”.

Di sini muncul lompatan informasi nonsequitur (tidak nyambung). Penulis memakai teknik menghidangkan informasi yang tidak mengikuti alur keterangan sebelumnya. Dari pemberitahuan identitas diri karakter yang seharusnya formal, kemudian ada sertaan rincian keadaan personal yang remeh.

Bisa pula hal itu menjadi langkah teknik penceritaan incongruity, meletakkan informasi yang tidak begitu selaras manakala berdampingan. Teknik ini untuk menghadirkan humor, karena khalayak audiens sudah pasti tidak mengira informasi “sudah mandi” setelah pemberitahuan soal tempat dan waktu kelahiran. Dan, sama sekali tidak berkaitan. Tak urung menimbulkan sedikitnya senyum simpul.

Dapat juga merupakan upaya penulis mendefamiliarisasi pola narasi, memberikan sentuhan yang berbeda terhadap pola narasi itu, agar khalayak audiens menaruh perhatian ekstra lantaran adanya rincian deskripsi yang nyeleneh. Rincian tidak kongruen yang mendestruksi kejumudan pola formalitas narasi. Dan, justru hal ini menawarkan pesona bernarasi yang penuh warna pembeda.

Dilan pastilah tidak sendiri. Banyak novel fisik “alumnus Wattpad” yang mengandalkan penyebutan nama lengkap karakternya. Dalam artikel “Ini Kisah Ketika Fiksi Melampaui Eksistensi Awal sebagai Teks” (Kumparan, Selasa, 10 Februari 2026), saya menyinggung sejumlah novel dengan karakter-karakter yang memiliki nama lengkap.

Novel genre fiksi remaja (teenlit), berjudul Antares, karya Rweinda, nama pena Grace Reinda (lahir 7 Mei 2004), hadir dari Penerbit Loveable Jakarta (2020). Di dalam novel ini ada dua nama lengkap karakter utamanya, yaitu Antares Sebastian Aldevaro (Antares), ketua geng motor Calderioz, dan Zeanne Queensha Bratadikara (Zea), si misterius.

Lalu Novel Mariposa karya Luluk HF, nama pena Hidayatul Fajriyah (lahir 14 Juni 1995). Buku yang menyapa khalayak audiens melalui Penerbit Coconut Book Depok, Jawa Barat (2018) ini mengetengahkan nama lengkap karakternya: Natasha Kay Loovi (Icha) dan Iqbal Guanna Freedy (Iqbal).

Ada lagi Novel Santri Pilihan Bunda karya Syalsabila Falensia Agustian (lahir 23 Agustus 2005). Buku terbitan Cloud Books Publishing Jakarta (2021) ini menampilkan dua nama lengkap karakternya: Aliza Shaqueena Iqala (Aliza), gadis cool pencinta es batu, dengan santri dari pondok pesantren terkemuka, bernama Kinaan Ozama El Fatih (Kinaan).

Juga Novel Bukan Cinderella karya Dheti Azmi yang diterbitkan oleh Coconut Books Depok, Jawa Barat (2019). Dalam novel ini juga disebutkan dua karakter dengan nama lengkap, yaitu Amora Olivia (Amora), siswi SMA yang temperamental, jujur, berani dan Adam Wijaya (Adam), ketua OSIS yang disiplin, cool, tapi punya rasa peduli.

Contoh Terdahulu

Fenomena pemakaian nama lengkap pada karakter pada novel genre teenlit agaknya sudah menampakkan keberadaannya pada awal 2000-an. Salah satu contohnya, Novel Cintapucino, karya Icha Rahmanti, terbitan Gagas Media Depok, Jawa Barat (2004).

Di dalam novel ini, penulis menginformasikan “Ami” (lewat panggilan dari karakter lain) yang juga pencerita akuan, dan baru terungkap nama lengkapnya di bagian epilog, yaitu Apradita Arrahmi), saat dia menulis surat elektronik kepada Raka (Danang Raka Soediro).

Pemuda kepada siapa Ami di pengujung mendekati akhir surat elektroniknya itu menulis ucapan “Terima kasih karena pernah ada dan jadi bagian dari hidup aku” (2005; cetakan pertama, 2004: 256).

Dan, keputusan itu terjadi, setelah “aku” (Ami) menetapkan pilihan hati. “Aku pasrah karena aku tahu menikahi seorang Nimo tidak akan seperti menikahi Raka, dan mungkin juga bukan keputusan terpintar yang pernah aku buat. Tapi aku merasa tidak pernah sekuat dan seyakin ini tentang seseorang. Bahkan sekalipun nantinya yang terburuk datang karena keputusanku hari ini (knock knock on the wood … tapinya), aku bahkan merasa tidak akan ada sesal sama sekali. No regret at all …. Karena for what it’s worth, obsesi — sekarang aku lebih suka menyebutnya impian — aku untuk bisa bersama Nimo dan menjadi istrinya terwujud, dengan jalan berliku yang luar biasa” (2005; cetakan pertama, 2004: 248).

Yah, pilihan perjuangan cinta “aku” (Ami) itu untuk Nimo yang membuatnya terobsesi selama sepuluh tahun. Meskipun kemudian ada Raka yang menyelinap di bilik perhatian Ami, tak urung lelaki asal Yogyakarta itu bukan tandingan obsesi Ami pada Nimo, gita cintanya semasa SMA itu. Berawal dari pertemuan tidak sengaja. Dan, Ami pun memberi kesempatan kedua untuk Nimo. Yah, Nimo yang pada halaman 11 dan 14 disebutkan nama lengkapnya: Dimas Geronimo.

Tampaknya, fenomena pemakaian nama lengkap karakter juga sudah menunjukkan keberadaannya pada novel teenlit yang terbentuk dari proses kreatif pada awal dekade 2000-an. Nah, ada pertanyaan yang kemudian mencuat di benak saya. Penyebutan nama lengkap karakter dengan tiga bahkan empat kata, atau sedikitnya dengan dua kata itu, sangat mustahil jika tanpa tujuan, bukan?

Ciri Menonjol

Keterasaan yang dekat dengan khalayak audiens remaja, menampilkan kesan kekinian, dan kerap merefleksikan gaya hidup remaja yang tinggal di perkotaan, demikianlah arah rancangan penggunaan nama lengkap karakter dalan novel teenlit.

Oleh karena itu, nama karakter kendati panjang, seharusnya mudah mampir dalam dekapan memori khalayak audiens. Kedengaran manis dan keren. Dan, tentu saja memenuhi aspek dramatis sebagaimana tuntutan perjalanan narasi asmara atau persahabatan yang tersaji.

Ciri paling umum dari nama lengkap karakter dalam novel teenlit, kombinasi nama Indonesia dengan Barat. Nama depan atau belakang yang kerap memanfaatkan ejaan asing akan tetapi tetap memiliki kedekatan dengan keterasaan lokalitasnya. Misalnya Nathan Januarizky.

Nathan merupakan nama yang merepresentasikan dunia Barat. Ia secara konsisten memenuhi daftar 100 nama bayi laki-laki di Amerika Serikat sejak dekade 1970-an hingga kini. Nama dari bahasa Ibrani yang berarti “karunia Tuhan” ini juga lazim pemakaiannya di negara-negara berbahasa Prancis, Jerman, dan wilayah lainnya.

Nathan bisa menjadi nama yang berdiri sendiri. Akan tetapi dalam penggunaan sehari-hari, ia bisa pula menjadi nama panggilan (nickname) dari lelaki atau anak lelaki yang memiliki nama lengkap dengan salah satu unsurnya adalah Jonathan atau Nathaniel.

Kemudian nama Nathan itu memadu dengan “Januari”, dengan penulisan yang biasa kita dapati dalam ejaan bahasa Indonesia. Bisa jadi ini mengacu pada bulan kelahiran dari si pemilik nama. Hanya saja imbuhan “-zky” di belakangnya atau dengan variasi ejaan “-sky”, “-ski”, “-czy”, lebih mengingatkan kita nama-nama orang Eropa Timur atau Eropa Tengah.

Selanjutnya ada nama Alena Prasetya. Nama depan “Alena” merujuk ke Barat, terutama yang mempunyai akar dengan budaya Slavia (Eropa Timur) dan Yunani. Berada dalam usungan anggap, merupakan varian dari “Helen” atau “Helena” bermakna “cahaya”, “obor”, atau “yang bersinar”. Nama Alena begitu populer di Ceko, Slovakia, Rusia, dan Ukraina.

Sementara itu, “Prasetya” lebih mengetengahkan sosok nama yang dekat dengan pemakaian di lingkungan masyarakat Jawa. Ia memiliki akar yang menghunjam kuat ke dalam budaya, dengan kemendalaman makna sebagai “janji”, “sumpah”, atau “ikrar” sebagai cerminan kesetiaan pada komitmen, loyalitas, dan dedikasi.

Begitu pula dengan nama Fanya Kirana. Nama ini adalah perpaduan pula antara nama Barat dan Indonesia. Nama Fanya mempunyai akar budaya Barat, dari tradisi Rusia, Yunani, dan Slavia. Kerap menerima realisasi pemakaian sebagai panggilan sayang (diminutif) dari Faina (Yunani/Rusia) atau Frances/Françoise (Britania Raya/Prancis). Ada sejumlah makna, antara lain “mahkota” atau “karangan bunga”.

Adapun Kirana merupakan nama yang dapat terlacak keberasalannya dari bahasa Sanskerta. Melambangkan keindahan dan pencerahan. Bermakna “sinar”, “cahaya”, “berkas cahaya matahari”.

Konteks penggunaan dalam bahasa Indonesia, untuk menyebut perempuan berparas jelita. Kandungan filosofinya adalah kecerahan, harapan, awal yang baru, dan energi positif. Nama ini lazim digunakan pula di India (Ki-raa-naa atau dalam aksara Dewanagari adalah किराना) dan Thailand (Ki-ra-na atau dengan Akson Thai adalah กิรณา).

Selain paduan nama Barat dan Indonesia, pemilihan nama karakter dalam novel teenlit acapkali beranjak dari pertimbangan karena terdengar indah saat terucapkan. Merepresentasikan perangai yang lembut, artistik, dan mendalam. Misalnya dari nama Jingga Matahari sebagai karakter protagonis dalam novel teelit populer berjudul Jingga dan Senja terbitan P.T. Gramedia Pustaka Utama (Februari 2010).

Nama Jingga Matahari, selain menawarkan impresi puitis, juga unik dan ikonik. Nama ini berkesan tidak biasa, sehingga justru menyebabkan karakter ini mudah terakses ke dalam memori khalayak audiens dan tampak menonjol jika boleh berkomparasi dengan nama-nama karakter novel teenlit pada umumnya.

Jingga, warna sore, dan Matahari mengulurkan sambutan kehangatan dan kecerahan. Ini pas sekali dengan deskripsi kepribadian Jingga Matahari, yang akrab menerima sapaan Tari, sebagai sosok pribadi gadis yang periang dan ramah. Sentuhan nama yang puitis ini begitu seiring dan sejalan dengan suasana romansa remaja yang emosional dengan latar konflik cinta SMA yang mengalir sebagai dinamika narasi.

Nama Jingga Matahari menjadi terasa sangat spesial ketika dia bertemu dan menjalin hati dengan Matahari Senja, si pemilik nama panggilan Ari. Kemiripan nama ini seolah merupakan kuasa penakdiran atau harapan Ari (dan mungkin juga khalayak audiens), bahwa Tari adalah sosok yang kelak menjadi pendamping hidup hingga awal dan akhir kemudian menyatu dalam keabadian.

Pemanfaatan unsur alam, jingga sebagai representasi warna saat sore hadir, dan matahari sebagai sumber kehidupan semua makhluk yang tinggal di Planet Bumi, mempersembahkan impresi natural yang kerap terhidang dalam fiksi narasi guna mendeskripsikan karakter yang memengaruhi dengan dampak besar dalam cerita. Nama ini tidak sekadar pemberi warna identitas, akan tetapi juga menyentuh inti romansa narasi yang tertuang di dalam novel tersebut.

Novel karya Esti Kinasih (lahir 9 September 1971) tersebut memasangkan duo karakter protagonis dengan kemiripan nama, yaitu Jingga Matahari (Tari) dan Matahari Senja (Ari), untuk mengarungi samodra narasi dari Jingga dan Senja (2010), Jingga dalam Elegi (2011), Jingga untuk Matahari (2016), Jingga untuk Sandyakala Part 1 (2022), hingga Jingga untuk Sandyakala Part 2 (2024). Semua novel tersebut terbitan P.T. Gramedia Pustaka Utama Jakarta. Keduanya kemudian bersatu setelah menanti 168 purnama (14 tahun).

Selanjutnya mengenai pemakaian nama keluarga atau nama belakang untuk karakter dalam novel teenlit. Salah satu fungsi penggunaan nama keluarga, yaitu memberikan indikasi petunjuk latar belakang budaya. Misalnya Nathaniel Wijaya pastilah akan memberikan ruang imajinasi khalayak audiens yang berlainan dengan Nathaniel Situmorang. Atau, kalau mau dijajarkan dengan Nathaniel Tan.

Nama keluarga atau nama belakang dalam novel teenlit juga berfungsi sebagai pembeda (diferensiasi) pada karakter dengan nama depan yang sama. Andai saja tiga karakter bernama depan Nathaniel di atas hadir di dalam satu dunia narasi, khalayak audiens hanya dapat membedakan ketiganya dengan berpegang pada nama belakang masing-masing.

Peran fungsional nama keluarga atau belakang yang tentu saja bersanding dengan nama depan, menghadirkan karakter yang terasa lebih riil. Ini merupakan upaya sang penulis mengonstruksi dunia naratif yang realistis. Karakter yang manusiawi. Bukan karakter komik yang stereotipikal (atas dasar label yang sudah jamak terpakai, seperti kalau pintar berkacamata tebal dan pakaiannya tidak modis). Bukan pula karakter yang karikatur (berlebih-lebihan). Satu dimensi dan tidak mempunyai kedalaman psikologis sebagaimana laiknya manusia nyata.

Pemakaian nama keluarga atau belakang juga krusial dalam upaya mengonstruksi feel karakter yang berkesan estetik, modern, dan romantis. Yang kedengaran merdu, seperti Arsenio Aditama (juga terdengar fornal berwibawa), Rayhan Wicaksana (kesan pintar bijaksana), Adira Pradipta (cerah berkelas), Erlangga Narendra (gagah dan elegan).

Nama belakang yang berkesan romantis dan estetik. Ini dikenal sebagai Wattpad Style. Lazim untuk karakter protagonis yang lembut atau penuh perasaan. Contoh Keenan Alvaro (ada adopsi nama Irlandia untuk Keenan dan nama Spanyol/Portugis untuk Alvaro, namun masih pas untuk nama Indonesia).

Lalu ada nama yang sebetulnya berkesan klasik tapi masih oke kedengaran di telinga generasi kini, seperti Dimas Mahendra (sosok yang tenang), Raka Danuarta (ringan dan mudah tersimpan di ingatan), atau Satria Adiwangsa (memunculkan kesan elegan).

Ada pula nama karakter yang menimbulkan kesan misterius dan biasanya untuk bad boy. Misalnya Alaric Dirgantara (dingin dan tangguh), Julian Geraldo (terdengar modern dan sedikit suka berulah), Galang Vandito (tegas dan tajam dalam berkata).

Selain itu, ada pula penggunaan nama lengkap (depan - belakang) yang menunjukkan “anak Indie” (tampil beda, idealis, lepas dari arus utama) yang tampak pada pemakaian nama karakter Laras Sastrowardoyo. Atau, yang menimbulkan kesan klasik dan puitis seperti Bima Haryadi.

Terkait dengan dunia narasi pada novel teenlit, penggunaan nama keluarga juga dapat menegaskan adanya konflik di dalam keluarga. Tidak sedikit motif konflik itu berangkat dari tekanan orang tua (parental pressure). Nama keluarga terkadang juga menjadi beban warisan bagi karakter. Terlebih bagi mereka yang ingin merintis jalan karier yang tidak sama dengan tradisi keluarga.

Begitulah ciri khas nama-nama karakter dalam novel teenlit. Teknik penamaannya merupakan adonan antara keinginan sang penulis untuk menghadirkan nama-nama karakter yang sedapat mungkin tampak keren atau indah dengan sertaan harapan impian (aspirasional). Dan, upaya sang penulis agar karya novelnya hadir dengan sentuhan keterasaan seperti teman sekolah yang asyik berbincang dengan khalayak audiensnya.

Lebih Berani

Novel-novel teenlit di Wattpad mempunyai strategi yang lebih berani dalam pemberian nama para karakternya. Juga relatif eksperimental dan begitu memberikan tempat yang sangat signifikan pada aspek visual. Dalam artian bagaimana nama karakter tersebut tampak lebih jelas di layar handphone.

Adapun ciri khas nama karakter di jagat Wattpad, untuk karakter cowok mestilah maskulin, modern, dan elegan. Acapkali mendapat strategi perancangan untuk menimbulkan kesan cool, berwibawa, atau berbahaya (bad boy), tetapi masih terdengar berkelas.

Nama-nama karakter cowok yang mengandung huruf konsonan “r”, “x”, atau “z” dalam novel teenlit di Wattpad demikian populer karena memberikan warna kesan yang tegas, estetik, dan berkarakter. Misalnya Sebastian Vincent Camero (Sevi atau Sevirous). Nama ini populer dalam seri yang berlatar belakang universitas di Wattpad karena menyepuhkan kesan kuat dan berkelas.

Lalu ada Alexander Xander Reynald, gabungan huruf konsonan “x” dan “r” yang menimbulkan kesan tegas sebagai pemegang pucuk pimpinan atau ketua geng yang memiliki peran dominan dalam pengambilan keputusan penting di internal organisasi atau kelompoknya.

Sudah itu ada nama karakter cowok Zayden Rayker Mackenzie. Pemakaian huruf konsonan “z”, “r”, dan “x” secara bersamaan menghadirkan sosok impresi bad boy yang misterius dengan tetap mempertahankan pesona kekinian.

Selanjutnya nama karakter Axel Ravindra Prasetya, perpaduan nama depan Axel (populer di Skandinavia, Jerman, dan Belanda; bermakna perdamaian), lalu nama tengah Ravindra (populer di India; Penguasa Matahari), dan nama belakang Prasetya (populer di Jawa/Indonesia; janji pada kesetiaan). Tetap terdengar sebagai gabungan nama yang berkonotasi tegas.

Dan, satu nama lagi untuk karakter cowok di Wattpad, Ezra Xavier Rodriguez. Nama ini, ada yang mengeklaimnya relatif cocok untuk genre action-romance lantaran pelafalannya yang tajam. Sebab, kombinasi konsonan kuat, desis (sibilan), dan penekanan pada silabel tertentu yang khas dalam pelafalan bahasa Spanyol atau Inggris, teristimewa pada huruf konsonan seperti “z”, “x”, dan “r”. Dan, secara keseluruhan, nama ini memiliki irama cepat dan sifat konsonan yang kuat.

Sementara itu, untuk nama karakter cewek, misalnya Aurora Roxanne Valerina. Impresi elegan dari Aurora mendapat penyeimbangan dengan ketegasan huruf konsonan “r” dan “x” pada nama tengahnya. Lalu ada Hazel Zevanna Queensy, kecantikan yang bersendikan pribadi yang teguh dalam berpendirian dan sulit tertaklukan.

Selanjutnya Xena Arabella Rizky. Nama karakter cewek yang memiliki tipikal pejuang, mandiri, dan pemberani. Setelah itu sebut saja Zora Alexandria Puteri, yang memadukan huruf konsonan “z” dan “x” yang menghadirkan pesona estetik internasional yang masih terasa kefamilierannya di telinga khalayak audiens Indonesia.

Juga nama karakter cewek Beatrix Reina Clarissa. Huruf konsonan “x” yang mengunci nama depan, konon menghadiahkan aksen unik dan jarang tertemukan pada nama-nama umum di Tanah Air.

Ciri lain yang menonjol dari sistem penamaan karakter di Wattpad, yaitu karakter utama atau protagonis kerap kali mempunyai nama lengkap yang terdiri atas tiga hingga empat kata.

Untuk nama karakter protagonis yang terdiri atas tiga kata, misalnya Arsenio Ravindra Dirgantara, kedengaran gagah saat pengucapannya, cocok untuk cowok ketua geng atau CEO muda. Lalu ada Aletta Kalista Pramoedya, cewek yang lembut tapi kuat menghadapi deraan masalah pelik. Selanjutnya Galaksi Kinandra Aldebaran, nama cowok dengan kesan estetis dan unik.

Seterusnya ada Mahendra Yudha Pratama, nama karakter cowok dengan kesan lokal tapi sarat dengan keteguhan hati. Nah, kalau nama Aurora Citra Senja, pastilah untuk karakter cewek dengan persembahan impresi yang puitis dan puitis. Bila mendengar nama Nathaniel Rafisqy Syahreza, maka kesan yang hadir adalah karakter cowok yang populer dan bisa sedikit masuk untuk kriteria bad boy.

Selebihnya ada nama karakter Bianca Clarissa Alexandra, yang begitu memancarkan kesan mewah atau berasal dari latar belakang keluarga dengan kepemilikan harta benda yang berlimpah ruah. Adapun Keanu Xavier Mahardika, menghadirkan kesan karakter cowok dengan pola pikir dan tindakan yang memenuhi kriteria kekinian.

Selanjutnya nama karakter yang terdiri atas empat kata. Untuk cowok, misalnya Omar Zidane Alfariz Qalbi, sosok pemimpin yang kuat, cerdas, berani, dan berhati baik. Kemudian, Orion Aksa Kaivan Zahran, nama yang kedengaran begitu estetik yang mengandung elemen bintang dan ketampanan. Pun dengan Adelar Devano Harchie Abraham, memanggil kesan sebagai karakter yang kuat dan protektif.

Sementara itu, untuk nama karakter cewek yang terdiri atas empat kata, yakni Aletta Kalista Putri Pramoedya, merelasikan nama molek jelita dengan nama keluarga yang kedengaran klasik. Berikutnya Bianca Citra Senja Adiningrat, ada semburat impresi puitis dan aliran darah biru yang tecermin pada nama keluarga. Sayang untuk terlupakan, nama Zahrany Syahlaa Putri Khairunnisa, tampak begitu islami dan menghuni popularitas di narasi genre religi yang membaur dengan romansa remaja.

Dalam novel teenlit, terkadang karakter memiliki keterkaitan yang erat dengan identitas kelompoknya, seperti geng motor. Ada nama geng motor yang puitis tapi sekaligus sangar, seperti Crimson Road Kings, merujuk ke makna Raja-Raja Jalanan Merah Marun, jalanan yang arus lalu lintasnya begitu akrab dengan kemacetan atau tersendat-sendat.

Demikian pula dengan nama geng Midnight Viper Crew. Kru Ular Tengah Malam. Ada sandangan citra misterius dan berbahaya yang beroperasi pada tengah malam. Aktivitas mereka terkait dengan motor dengan suasana kegiatan tidak resmi, semacam balap liar, konvoi malam, modifikasi motor agar tampak sangar, perjalanan jarak jauh, manuver ular yang ekstrem. Di jagat narasi bisa merambah ke persaingan perebutan wilayah atau teror ke geng motor lain. Sesuai namanya, Midnight, saat beraksi mengambil waktu sekitar tengah malam.

Di Wattpad, nama karakter memiliki fungsi bukan hanya sempadan penanda identitas. Akan tetapi lebih daripada itu, juga terkait erat sebagai sarana pemasaran. Para kreator novel teenlit di platform ini, senantiasa berupaya memilih nama karakter yang searchable. Nama-nama yang relatif gampang akses pencariannya dan menunjukkan keunikan tersendiri. Dengan demikian, manakala khalayak audiens mengetik nama karakter di kolom pencarian, usungan narasi merekalah yang mengada di urutan teratas.

Bukan Kebetulan

Fenomena pemakaian nama lengkap karakter dalam novel teenlit, biasanya hanya protagonis atau utama, dan terkadang panjang serta lain daripada yang lain ternyata bukan kebetulan. Melainkan, sesungguhnya sudah terencana sebagai bagian strategi penyampaian narasi yang berkaitan erat dengan pemasaran. Strategi ini untuk memberikan servis optimal kepada khalayak audiens dewasa ini yang menghendaki adanya karakter “riil” alias “hidup” di tengah-tengah kepadatan arus informasi.

Ternyata pemberian nama lengkap bagi karakter dalam novel teelit merupakan bagian dari strategi narasi dan karakterisasi. Para penulis pun berupaya membangun branding bagi karakternya. Nama lengkap menjadi indah dengan permainan rima, seperti Elizabeth Bennet (kesamaan bunyi /beth/ dan /net/), Arya Stark (dominasi bunyi vokal /a/), Lavenia Cahya Ningrum (deretan bunyi vokal /a/ berseling dengan bunyi vokal /i/) membantu karakter-karakter tersebut menjadi lebih menonjol.

Pemakaian nama lengkap juga menorehkan warna kesan formal dan mendalam, sehingga karakter seolah hadir sebagai sosok yang riil, tidak hanya menjadi boneka plot. Di samping itu, untuk menciptakan karakter yang kuat guna menggerakkan plot. Dan, membentuk relasi emosional yang akrab dengan khalayak audiens. Dengan nama lengkap yang khas dapat memperkokoh ikatan emosional itu.

Nama lengkap dalam novel teenlit juga untuk menunjukkan latar belakang dan budaya yang melengkapi penanda identitas bagi karakter, sehingga dapat mempertegas kekayaan narasi. Juga, untuk penanda perkembangan situasional cerita. Penyebut nama lengkap karakter dalam dialog, muncul pada konteks ketika yang bersangkutan terlibat dalam masalah serius. Sementara itu, penyebutan nama panggilan dalam dialog, muncul dalam situasi yang keakraban.

Pemakaian nama lengkap bagi karakter protagonis, menurut perspektif strategi pemasaran (industrial), sangat dekat keterkaitannya dengan memorabilitas atau kemudahan mengingat. Pada era digital manakala khalayak audiens begitu banyak memperoleh pinangan pesona dari pilihan berlimpah ruah buku, nama lengkap unik dapat menyebabkan karakter protagonis itu memiliki power memorabilitas tinggi.

Terlebih kebutuhan industri kreatif, dan industri buku termasuk di dalamnya, dewasa ini berbasis pada talenta dan kreativitas. Dengan demikian, nama karakter yang lain daripada yang lain memberikan kontribusi terhadap cipta rasa atau gaya khas untuk mengambil jarak yang relevan dengan kuasa penyeragaman.

Pemberian nama lengkap karakter juga terkait dengan konteks genre. Untuk fiksi fantasi, fiksi ilmiah, dan romansa populer, nama lengkap karakter berfungsi untuk mengonstruksi dunia narasi yang megah. Di samping itu, juga untuk memenuhi kebutuhan khalayak audiens mutakhir yang kerap menginginkan keterikatan segera dengan karakter. Kekhasan nama lengkap membantu konsumen cerita mengidentifikasi protagonis dengan mudah di antara karakter-karakter lain.

Ketika khalayak audiens membacai nama lengkap karakter dalam novel teenlit, tentu saja cukup dengan suara biasa saja atau dalam hati, sering terasa mempunyai nilai ritme dan estetika berbandingkan dengan nama tunggal. Begitulah adanya, fenomena nama lengkap karakter merupakan bagian integral dari strategi seni menamai (the strategic art of naming) yang menjadi ikhtiar para penulis menjadikan karakter ciptaannya ikonik. Karakter dengan kekuatan simbolis yang kokoh, sangat melekat di memori kolektif, dan memicu gambaran spesifik tentang reputasi atau kualitas tertentu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rebound! IHSG Hari Ini Rabu (18/2) Dibuka Menguat ke Level 8.235
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
4 Kalimat Ini Sering Diucap Orang yang Suka Mengeluh dalam Obrolan
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pohon Besar Tumbang Dekat Pasar, Korban Tewas Berjatuhan
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Tambang Emas Afiliasi Boy Thohir (EMAS) Mulai Produksi, Apa Rencana Selanjutnya?
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Purbaya Bandingkan Rasio Utang RI dengan Singapura Cs: Kami Masih Aman
• 12 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.