Netanyahu Instruksikan Kesiagaan Perang Hadapi Serangan Iran

tvrinews.com
10 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Tel Aviv

Israel menyiagakan komando pertahanan sipil di tengah laporan potensi serangan militer Amerika Serikat terhadap Teheran.

Perdana menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah menginstruksikan layanan darurat dan Komando Front Dalam Negeri untuk bersiap menghadapi skenario perang. 

Langkah ini diambil seiring meningkatnya asumsi di kalangan pejabat Israel bahwa serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Berdasarkan laporan harian Yedioth Ahronoth pada Rabu malam, Netanyahu memerintahkan badan penyelamat dan militer yang bertanggung jawab atas perlindungan sipil untuk mematangkan persiapan konflik. 

Status siaga maksimum telah dideklarasikan di seluruh badan keamanan Israel saat Washington mulai menimbang opsi militer terhadap Teheran.

Eskalasi di Tengah Kebuntuan Diplomasi

Operasi penerbangan di dek jet tempur kapal induk kelas Nimitz, USS Abraham Lincoln (CVN 72), di Laut Arab (Foto: AFP/ Hannah Tross/US Navy)

Persiapan ini menandai eskalasi signifikan dalam posisi Israel di tengah krisis program nuklir Iran yang terus mendalam. Momentum ini terjadi hanya beberapa jam setelah putaran kedua pembicaraan nuklir AS-Iran di Jenewa berakhir tanpa terobosan.

Mengutip laporan CNN dari dua pejabat tinggi Israel, perencanaan tersebut tidak hanya mencakup konfrontasi langsung, tetapi juga potensi perang regional yang lebih luas melibatkan proksi Iran. 

"Indikasi serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dalam beberapa hari ke depan semakin menguat," ujar sumber tersebut.

Seorang sumber militer mengatakan kepada CNN Internasional  bahwa jika Presiden Donald Trump menyetujui serangan tersebut, cakupannya diprediksi akan melampaui konflik 12 hari pada Juni 2025 (Operasi Midnight Hammer). 

Serangan kali ini ditargetkan menyasar rudal balistik Iran dan elemen-elemen pemerintahan di Teheran.

Ancaman Regional dan Penumpukan Militer

Intelijen Israel memprediksi keterlibatan jaringan sekutu regional Iran dalam konflik ini. Kelompok Houthi di Yaman diperkirakan akan meluncurkan rudal dan pesawat tak berawak ke wilayah Israel. 

Selain itu, terdapat kekhawatiran besar mengenai intervensi Hizbullah di Lebanon, yang diprediksi akan mengambil peran lebih aktif dibanding konflik sebelumnya.

Di sisi lain, pergerakan militer AS di Timur Tengah tercatat sebagai yang terbesar sejak Operasi Midnight Hammer. 

Kapal induk USS Gerald R. Ford telah dikerahkan untuk bergabung dengan USS Abraham Lincoln di Laut Arab Utara.

Justin Kramp, CEO firma intelijen risiko Sibylin, mengungkapkan kepada BBC bahwa konfigurasi kekuatan AS saat ini memungkinkan hingga 800 serangan udara per hari. 

"Persiapan AS kali ini lebih mendalam dan berkelanjutan dibandingkan serangan pada Juni lalu," ujar Kramp.

Diplomasi yang Rapuh

Meski persiapan militer terus dipacu, upaya diplomatik melalui mediasi Oman di Jenewa tetap berjalan, walaupun menemui jalan buntu. 

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan adanya kesepahaman umum namun memperingatkan bahwa kesepakatan tidak akan tercapai dalam waktu dekat.

Wakil Presiden AS, JD Vance, bersikap lebih skeptis dengan menyatakan bahwa Iran belum siap mengakui batasan keras (red lines) yang ditetapkan oleh Donald Trump. 

Trump sendiri telah memperingatkan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih merusak jika Iran menolak kesepakatan.

Menanggapi ancaman tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menegaskan bahwa upaya AS untuk menggulingkan pemerintahannya akan gagal dan mengklaim Iran memiliki senjata yang mampu menenggelamkan kapal perang AS.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Disebut Lakukan Uji Coba Senjata Nuklir, Rusia-China Kompak Jawab Tuduhan AS
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
DPRD Surabaya Dukung Penuh Perlindungan Cagar Budaya Kota Pahlawan
• 7 menit lalutvonenews.com
thumb
Bojan Hodak usai Ditekuk Ratchaburi: Kalau 11 vs 11, Kami Pasti Lolos
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Anggota Komisi V DPR Minta Harga Tiket Pesawat Diturunkan hingga 20 Persen saat Mudik Lebaran
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Presiden Prabowo Tunjuk Prihati Pujowaskito Jadi Dirut BPJS Kesehatan 2026-2031
• 2 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.