TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Sebuah gudang penyimpanan ban di kawasan Bintaro, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), hangus terbakar pada Rabu (18/2/2026) pagi.
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu melalap seluruh isi bangunan dan menyebabkan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Bangunan seluas sekitar 100 meter persegi tersebut kini hanya menyisakan rangka besi dan dinding seng yang menghitam.
Tumpukan ban yang sebelumnya tersimpan di dalam gudang tampak meleleh dan menyatu akibat panas tinggi saat api berkobar.
Baca juga: Terungkap Penyebab Kebakaran Gudang Ban di Bintaro, Api Merambat Cepat
Api cepat merambat dari dalam gudangKepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Omay Komarudin, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 09.40 WIB.
“Kami mendapat laporan jam 09.40 WIB, unit dan personel tiba di tempat kejadian perkara sekitar jam 09.50 WIB,” ujar Omay saat ditemui di lokasi, Rabu.
Menurut dia, sumber api diduga berasal dari korsleting di dalam gudang yang menyimpan ratusan ban. Material ban yang mudah terbakar membuat api cepat merambat ke seluruh bagian bangunan.
“Kebakar gudang ban asal api dari korsleting, habis terbakar 100 persen,” kata Omay.
Sebanyak 60 personel dan 16 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena akses menuju lokasi cukup sempit.
Meski demikian, api berhasil dipadamkan dan penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 11.00 WIB.
Baca juga: Kondisi Gudang Ban di Bintaro yang Terbakar, Banyak Ban Meleleh
Kerugian ditaksir ratusan juta rupiahBerdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Rabu siang, bangunan gudang tampak rata dengan tanah.
Puing-puing seng berserakan, sementara sejumlah ban terlihat dalam kondisi meleleh dan tidak lagi berbentuk utuh.
Sebagian kecil ban dilaporkan sempat diselamatkan oleh pemilik sebelum api membesar.
Omay memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi yang dialami pemilik gudang diperkirakan cukup besar.
“Kerugian materi ratusan juta rupiah,” ucap dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




