Nilai tukar rupiah terhadap dolar diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan di Kamis (19/2). Hal ini menyusul penguatan dolar global dan sikap hati-hati investor menjelang pengumuman kebijakan moneter domestik dari Bank Indonesia (BI).
Mengacu data Investing.com, nilai tukar rupiah terhadap dolar pada pagi hari ini bergejolak dalam kisaran Rp16.868–Rp16.920. Sementara indeks dolar (DXY) menguat 0,6% ke 97,694.
Baca Juga: Investor Waspada, Penurunan Harga Bitcoin (BTC) Bisa Jadi Tanda Krisis Akibat AI
Penguatan dolar dipicu oleh risalah rapat terbaru dari Federal Open Market Committee (FOMC). Risalah tersebut menunjukkan sikap kebijakan moneter bank sentral lebih hawkish dari perkiraan. Pejabat Federal Reserve sepakat menahan pemangkasan suku bunga, namun sejumlah anggota membuka peluang pengetatan kembali jika inflasi tetap sulit diturunkan.
Risalah tersebut menekankan perlunya panduan kebijakan dua arah, di mana bank sentral tidak hanya mempertimbangkan pemangkasan suku bunga, tetapi juga opsi kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi berlanjut. Sentimen ini mendorong penguatan greenback dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Dari Indonesia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali menjadi sorotan. Investor khawatir dengan risiko semkain lebarnya defisit dan semakin terbatasnya ruang fiskal pemerintah untuk menyerap guncangan dan melakukan stabilisasi.
Baca Juga: Jadi Segini, Manuver Iran Bikin Meroket Harga Minyak Hari Ini (19/2)
Selain itu, investor juga cenderung wait and see menjelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia. Investor memperkirakan bank sentral kembali menahan suku bunga acuan di 4,75%.





