Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Zulkarnain Harahap mengatakan, penyalahgunaan Whip-Pink atau Dinitrogen Oksida (N2O) telah marak sejak beberapa tahun lalu.
Ia bahkan menyebutkan salah satu festival musik terbesar di Indonesia yaitu Djakarta Warehouse Project (DWP) menggunakan Whip-Pink sebagai alat promosinya.
"Nah, Whip Pink ini juga tahun lalu, beberapa tahun lalu sudah marak. Bahkan menjadi menambah promo di dalam DWP yang dilaksanakan di Bali tahun lalu," kata Zulkarnain dalam Focus Group Discussion BNN RI 'Pengaturan Rokok Elektronik (Vape) dan Pembatasan Penggunaan Dinitrogen Oksida (N2O)', Rabu (18/2).
Zulkarnain mengatakan, bentuk promosi DWP itu bila para pembeli mengambil lima tabung Whip-Pink, maka akan mendapatkan gratis satu tabung.
"Kalau beli 5 tabung, dapat free 1 tabung. Sampai sebegitunya lah kondisi sebaran penggunaan Whip-Pink ini," ucap Zulkarnain.
Selain sebagai alat promosi DWP, Zulkarnain juga menyinggung konten kreator yang turut menggunakan Whip-Pink. Menurutnya penggunaan Whip-Pink ini telah menjadi gaya hidup.
"Jadi ada sekarang ini tren para Youtuber menggunakan whipping. Bahkan mereka main paddle bawa Whip-Pink jadi lifestyle," ujar Zulkarnain.
Zulkarnain kemudian menegaskan bahwa penggunaan Whip-Pink ini memiliki ketentuan. Dalam sektor medis, Zulkarnain menyebutkan Whip-Pink digunakan dengan dicampur bersama oksigen.
"Nah, sedangkan di medis penggunaan gas N2O itu bersamaan dengan oksigen, ada pengaturannya," tegas Zulkarnain.
"Kemudian dalam gas ini digunakan takaran yang tepat, campuran dengan oksigen, dan pengawasan yang ketat oleh ahli. Kemudian tidak menyebabkan ketergantungan. Kemudian efeknya singkat sehingga tidak berbahaya," imbuhnya.
Zulkarnain mengungkapkan perbedaan kadar antara Whip-Pink yang digunakan untuk medis dengan yang disalahgunakan. Ia menyebutkan, berdasarkan hasil tes laboratorium, tabung Whip-Pink yang dijual murni mengandung N2O tanpa adanya oksigen seperti halnya untuk kebutuhan medis.
"Kami sudah lakukan pemeriksaan di Puslabfor. Itu hasilnya tanggal 23 Juli 2024, bahwasanya tabung Whip-Pink itu mengandung Gas N2O murni, tidak dicampur apa-apa," tutur Zulkarnain.





