REPUBLIKA.CO.ID,Umat Islam kembali bersiap menyambut bulan suci Ramadhan, momentum spiritual tahunan yang dipenuhi ibadah, refleksi diri, dan penguatan kepedulian sosial. Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan ketakwaan serta memperbaiki akhlak.
Dirangkum dari berbagai literatur keislaman, bulan Ramadhan dikenal sebagai bulan penuh berkah. Dalam ajaran Islam, puasa atau as-shiyam berarti menahan diri dari makan, minum, hubungan suami istri, serta perbuatan yang dilarang Allah sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat beribadah.
Baca Juga
Ucapan Ramadhan Presiden Turki Erdogan: Panggilan Persatuan di Tengah Dunia yang Terpecah
Ramadhan, Inflasi, dan Zakat: Menguji Keadilan Ekonomi Umat
Masjid Al Azhar Siapkan 800 Kotak Takjil Setiap Hari Selama Ramadhan
Menurut berbagai riwayat, Ramadhan memiliki banyak keutamaan. Alquran diturunkan pada bulan ini, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Ramadhan juga menjadi waktu terbaik untuk meningkatkan amal kebajikan.
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sedekah kepada fakir miskin dan memberi makan orang yang berbuka puasa termasuk amalan yang sangat dianjurkan.
Dalam hadis disebutkan, Muhammad dikenal sebagai pribadi paling dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat pada bulan Ramadhan.