Ramadan Sehat, Kemenkes Imbau Pilih Menu Berbuka Puasa yang Tepat

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi buah-buahan kaya akan serta yang diambil dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia kemkes.go.id, Rabu (18/2/2026) (Sumber: kemkes.go.id)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masuk bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh agar ibadah puasa dapat dijalankan secara sehat dan optimal.

Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam sejumlah kegiatan edukasi kesehatan publik terbaru pada awal Februari 2026, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan perubahan pola makan selama Ramadan. Pemerintah menilai kesiapan fisik menjadi faktor penting agar puasa tidak berdampak pada penurunan kesehatan.

Dalam imbauan resminya, Kemenkes menekankan pentingnya pola makan seimbang saat sahur dan berbuka puasa, termasuk pemilihan makanan bergizi, cukup protein, serat, vitamin, dan mineral untuk mempertahankan stamina sepanjang hari.

Baca Juga: Gerakan Pangan Murah, Solusi Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Jelang Ramadan

Satu di antaranya ada pada unggahan akun Instagram resminya @kemenkes_ri, Senin (16/2/2026). Dalam unggahan video yang bertajuk #BGS "Budi Gemar Sharing" bersama Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Kemenkes memang kerap kali bagikan konten edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Postingan yang baru di bagikan 3 hari yang lalu, Budi Gunadi Sadikin bagikan peringatan tentang waspada lonjakan gula darah saat berbuka puasa. Ia menyoroti betapa seringnya masyarakat berbuka dengan takjil manis, hingga gorengan dalam jumlah berlebihan.

Menurutnya, kondisi lambung yang kosong setelah berpuasa seharian memang membutuhkan asupan gula, namun tidak juga dengan konsumsi segelas sirup sekaligus. Sebagai gantinya ia menyarankan untuk mengkonsumsi karbohidrat kompleks sebagai menu berbuka puasa, seperti singkong, jagung, kacang-kacangan, atau ubi-ubian.

Walaupun rasa manisnya tak terasa seperti saat kita mengkonsumsi minum-minuman manis lainnya semacam sirup, namun dengan konsumsi karbohidrat kompleks akan bekerja lebih stabil dan menimbulkan rasa kenyang yang lebih lama.

Dalam penjelasan Menkes, karbohidrat kompleks bekerja lebih stabil dibandingkan minuman manis atau makanan tinggi gula sederhana. Energi yang dihasilkan akan dilepaskan perlahan dan membantu tubuh beradaptasi dengan baik setelah seharian berpuasa.

“Karbohidrat kompleks akan diubah menjadi gula secara bertahap. Berbeda dengan sirup, yang langsung membuat gula darah melonjak cepat,” ujarnya dikutip dari akun Instagram @kemenkes_ri.

Bahkan salah satu unggahan yang dilansir pada laman resmi Kementerian Kesehatan keslan.kemenkes.go.id menyebutkan ubi jalar dijadikan makanan alternatif pengganti nasi yang rendah gula yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Selain memilih menu berbuka yang tepat, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan gizi, kecukupan cairan, serta tidak berlebihan dalam mengonsumsi gorengan. Pola makan yang sehat dinilai berperan besar dalam menjaga stamina, mencegah gangguan pencernaan, dan mendukung kelancaran ibadah selama Ramadan.

Baca Juga: Rekomendasi Destinasi Wisata Kuliner Yang Bisa Dinikmati Jelang Ramadan

Kemenkes menekankan pentingnya menjalankan puasa dengan pola yang benar agar dapat menjalankan satu bulan ibadah puasa dengan optimal. Puasa yang dilakukan dengan benar akan mendatangkan manfaat luar biasa bagi kesehatan dengan membangun harmoni tubuh, pikiran dan jiwa yang seimbang.

Didukung dengan data yang diambil dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa), angka gangguan mental di Indonesia,seperti kecemasan dan depresi, tetap tinggi, dengan sekitar 1 dari 20 remaja terdiagnosis memiliki gangguan mental.

"Namun, selama Ramadhan, banyak individu melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan berkat praktik puasa dan aktivitas spiritual," ujar Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi dikutip dari ANTARA, Rabu (18/2).

Lalu, langkah apa saja yang sebaiknya dilakukan saat satu bulan berpuasa penuh?

Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kemenkes
  • gula darah
  • puasa
  • budi gunadi sadikin
  • Ramadan 2026
  • Kesehatan tubuh
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Masuki Bulan Ramadan, Inilah 4 Ide dan Resep Minuman Buka Puasa Segar dan Sehat Berbahan Buah
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Apindo Ingatkan Risiko Efek Tarif Dagang RI-AS, Kasih Janji Begini
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Menteri PU Tinjau Progres KPP Papua Selatan, Tekankan Pentingnya Sistem Drainase Berkelanjutan
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Satu Orang Tewas dalam Ledakan Petasan di Situbondo, 7 Rumah Warga Hancur
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mas’at dan Harapan dari Rumah 2x4 Meter
• 19 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.