Kemensos Kebut Penyaluran Bansos Sebelum Lebaran, Total Rp20 Triliun

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bantuan sosial (bansos) periode kuartal I-2026 bisa rampung sebelum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bansos periode kuartal I-2026 bisa rampung sebelum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. (Foto: Ist)

IDXChannel - Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan penyaluran bantuan sosial (bansos) periode kuartal I-2026 bisa rampung sebelum Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, bantuan tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, serta bansos adaptif bagi daerah terdampak bencana.

Baca Juga:
Kemensos Mulai Salurkan Bansos kepada 1,7 Juta Lebih KPM di Wilayah Bencana Sumatera

"Pokoknya Februari ini mudah-mudahan sudah bisa disalurkan semua. Sebelum Lebaran sudah selesai semua, mudah-mudahan," ujar Gus Ipul kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/2/2026) malam.

Gus Ipul mengatakan bahwa kuartal pertama tahun ini (Januari-Maret), Kemensos mengalokasikan anggaran bansos sebesar Rp20 triliun untuk seluruh Indonesia. Anggaran tersebut mencakup bansos reguler dan bansos kebencanaan.

Baca Juga:
Pemerintah Siap Salurkan Bansos Beras 10 Kg untuk 35 Juta Penerima Jelang Ramadan

Khusus untuk tiga provinsi terdampak bencana, yakni Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, pemerintah mengalokasikan lebih dari Rp3 triliun. Rinciannya, sekitar Rp2 triliun lebih ditambah Rp1,8 triliun untuk penanganan di wilayah tersebut.

"Kalau untuk (bansos) seluruhnya, nilainya yang kita salurkan Rp20 triliun," katanya.

Gus Ipul juga menyampaikan bahwa proses penyaluran sudah berjalan. Hingga pertengahan Februari, dana yang telah tersalurkan mencapai sekitar Rp17 triliun. "Sudah. Sampai sekarang sudah sekitar Rp17 triliun," katanya.

Dia pun optimistis bahwa penyaluran bansos bisa selesai sebelum Lebaran. Dia mengakui tantangan utama dalam penyaluran bansos berada pada pembaruan dan validasi data di daerah terdampak bencana. Sementara untuk bansos reguler, prosesnya relatif lebih lancar karena data penerima sudah tersedia.

"Terutama yang berat itu datanya yang di (daerah) bencana, ya. Kalau yang reguler kan sudah tinggal (jalan). Semuanya yang kita alokasikan untuk triwulan pertama ini, Januari, Februari, Maret, itu Rp20 triliun," ujar Gus Ipul.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dugaan Pelecehan Anak di Tangsel, 3 Korban Dapat Pendampingan Psikolog
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Kinerja Semakin Solid, Pegadaian Catatkan Laba Bersih Rp8,34 T di 2025
• 48 menit laluharianfajar
thumb
Lukisan 'Kuda Api' Karya SBY Laku Rp6,5 Miliar untuk Aksi Kemanusiaan
• 8 jam lalusuara.com
thumb
Prihatin Indeks Persepsi Korupsi Merosot, Istana: Itu  Pekerjaan Rumah Kita
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Kronologi Rumah Jusuf Kalla di Jaksel Ditabrak Mobil hingga Pagar Roboh
• 20 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.