Dugaan Pelecehan Anak di Tangsel, 3 Korban Dapat Pendampingan Psikolog

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Tiga bocah laki-laki korban dugaan pelecehan di Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kini mendapat pendampingan dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Tangsel.

“Iya sudah kita dampingi,” kata Kepala UPTD PPA Tangsel, Tri Purwanto saat dikonfirmasi, Kamis (19/2/2026).

Menurut Tri, hingga saat ini ada tiga bocah yang didampingi oleh UPTD PPA, yakni A (11), I (5), dan satu bocah lain yang merupakan tetangga A dan I.

Selain mendampingi proses hukum, UPTD PPA juga memberikan layanan konseling psikologi awal kepada para korban.

“Konseling awal sudah dilakukan,” ucap Tri. 

Tri menyebutkan, para korban juga telah menjalani pemeriksaan di kepolisian, salah satunya visum. Namun, ia belum memerinci perkembangan lebih lanjut terkait proses hukum kasus tersebut.

Dia hanya memastikan pihaknya akan terus melakukan pendampingan selama proses penanganan perkara berlangsung.

Baca juga: Viral Penumpang KRL Diduga Alami Pelecehan di Stasiun Cibinong, KAI Klarifikasi

Kronologi

Sebelumnya, tiga anak laki-laki di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan di wilayah Serpong Utara, Tangsel. Kasus ini diungkapkan oleh H selaku orangtua dari dua korban pada Selasa (17/2/2026).

H pertama kali mengetahui dugaan peristiwa tersebut dari pihak sekolah pada Kamis (5/2/2026).

Saat itu, seorang guru sekolah dasar melihat ada bekas kemerahan di bagian leher salah satu siswanya.

Guru tersebut kemudian memanggil siswa itu untuk dimintai keterangan. Dari hasil penelusuran pihak sekolah, muncul dugaan adanya tindakan tidak pantas yang menimpa siswa tersebut.

"Teman anak saya ini korban juga. Sempat dipanggil sama guru, kan. Ditanyalah sama guru, kenapa lehernya merah. Dia bilang, dicium sama anak saya," ujar H saat ditemui, Selasa.

Baca juga: Polisi Akan Periksa Saksi dan Jejak Digital Dugaan Pelecehan Guru ke Siswi SMA Pasar Rebo

Menurut H, pihak sekolah kemudian memanggil anaknya, A, untuk dimintai keterangan lebih lanjut di ruang kepala sekolah.

Dari situlah, kata dia, terungkap adanya dugaan keterlibatan seorang remaja berinisial E (18) yang merupakan sepupu dari A dan I.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Mereka jawab sejujurnya-jujurnya. Dia bilang 'Ada yang nyuruh'. Siapa yang nyuruh namanya? 'E'," kata H.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polda Riau Tegaskan Kasus Gajah Dibunuh Masih Diproses, 40 Saksi Diperiksa
• 1 jam laludetik.com
thumb
Wamenag Romo Syafi’i Tegaskan Tak Ada Sweeping Selama Ramadan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Abella Debut Lewat Single Tick Tock, Hadirkan Energi Baru Musik Anak Indonesia
• 20 jam laluintipseleb.com
thumb
Polisi Ungkap 2 Jaringan Bos Narkoba yang Ditangkap di Kualanamu
• 21 jam laludetik.com
thumb
The Fed Sudah Buka Kartu, Kini Giliran BI Tentukan Nasib Pasar
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.