Potret Gunungan Sampah di TPST Bantargebang, Kian Menjulang dan Hampir Kehabisan Ruang

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEKASI, KOMPAS.com - Langit kelabu menggantung saat truk-truk pengangkut datang silih berganti tanpa jeda.

Dari kejauhan, gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang tampak seperti perbukitan raksasa.

Pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (12/2/2026), timbunan itu terlihat melebar dan meninggi, menekan ruang yang tersisa. Lereng-lerengnya curam, sebagian ditahan karung dan tanah penutup seadanya.

Baca juga: Di Balik Gunungan Sampah Bantargebang, 6.300 Pemulung Bertaruh Nyawa Demi Hidup

Alat berat bekerja di puncak, meratakan muatan baru yang terus berdatangan. Setiap kali truk menurunkan sampah, lapisan baru terbentuk, menambah tinggi bukit yang seolah tak lagi memiliki batas aman.

Dari satu zona ke zona lain, tebing sampah berdiri di kiri dan kanan jalan. Di sejumlah titik, badan jalan tertutup serpihan plastik dan lumpur.

KOMPAS.com/HAFIZH WAHYU DARMAWAN Para pemulung di Gunungan Sampah TPST Bantargebang, Kamis (12/2/2026).
Bau menyengat semakin pekat ketika angin bertiup dari arah timbunan yang masih “hangat”. Plastik, kain, kayu, sisa makanan, hingga limbah rumah tangga bercampur tanpa pemisahan yang jelas.

Di puncak salah satu bukit, ekskavator bergerak perlahan, seolah bekerja di atas gunung yang rapuh. Dari bawah, ketinggian timbunan itu terlihat jelas.

Di sela-selanya, kehidupan tetap berjalan. Sejumlah pemulung menyusuri lereng, memungut barang-barang yang masih bernilai di antara tumpukan sampah.

Sementara itu, setiap muatan baru membuat lereng semakin menanjak, memperlihatkan betapa ruang penampungan kian terbatas.

Baca juga: Nasib Miris Warga Jalan Bakti: Tinggal di Rumah Terpal, Anak-anak Tak Sekolah

 

Hampir tak ada hamparan kosong yang benar-benar bersih dari sampah. Tebing-tebing menjulang seperti dinding yang menutup pandangan.

Setiap hari, lebih dari 7.000 ton sampah dibuang ke kawasan ini.

Pengamat lingkungan dari Universitas Indonesia, Mahawan Karuniasa, memperkirakan dengan kondisi saat ini, umur operasional TPST Bantargebang hanya sekitar enam tahun apabila pola penanganan sampah tidak segera diperbaiki.

"Dengan inflow sekitar 7.000 ton per hari dan kapasitas yang tersisa, secara hitungan kasar Bantargebang hanya punya waktu sekitar enam tahun," ujar Mahawan saat dihubungi Kompas.com, Jumat (12/12/2025).

Di lapangan, antrean truk tak pernah putus. Alat-alat berat bekerja tanpa henti, meratakan timbunan yang terus bertambah, seperti berlomba mengejar waktu.

Meski demikian, volume sampah yang masuk tampak lebih deras dibanding proses penataan dan penutupannya.

Baca juga: 69 Halte Transjakarta Sediakan Mushola di Ramadhan 2026, Cek Daftarnya

Selama bertahun-tahun, TPST Bantargebang memikul peran sebagai tempat pembuangan akhir sampah warga DKI Jakarta.

Di lahan seluas sekitar 110 hektare tersebut, total sampah yang sudah menggunung di sana diperkirakan mencapai 55 juta ton.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Angka itu diyakini setara dengan kurang lebih 80 persen dari kapasitas maksimal yang tersedia.

"Kalau sekarang sudah 55 juta ton, berarti sisa kapasitasnya sekitar 15 juta ton," ujar Mahawan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Babak Baru Kasus Zina Inara Rusli dan Insanul Fahmi, Mawa di Atas Angin!
• 1 jam laludisway.id
thumb
Eggi Sudjana Minta Presiden Prabowo Tidak Gabung dengan Donald Trump: Dia Penjajah Luar Biasa
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Tinjau Hunian Sementara Korban Tanah Gerak di Tegal, Gubernur Ahmad Luthfi: Siap Dihuni Sebelum Lebaran
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Daftar Menu Buka Puasa di Masjid Agung Syuhada Jogja, Gratis Buat Masyarakat Umum!
• 20 jam laludisway.id
thumb
Pengkhianatan Cinta di Pademangan: Pria Ini Bobol Rumah Calon Mertua, Gondol Harta Rp400 Juta
• 22 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.