BPDP dorong UMKM ambil peran strategis dalam Program PSR

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin aktif terlibat dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya pada penyediaan bibit unggul dan sarana produksi penunjang perkebunan.



Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah mengatakan, upaya tersebut diharapkan mempercepat penerapan PSR sekaligus mengajak petani beralih menggunakan benih sawit unggul dan bersertifikat guna meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

“Kita dukung kegiatan ini dan diharapkan UMKM semakin berperan dalam program PSR, misalnya sebagai penangkar bibit sawit. Kita dorong agar mereka bisa menyediakan bibit, tentu harus sesuai regulasi,” ujar Helmi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, sejumlah organisasi dan kelompok tani telah mulai mengambil peluang tersebut di antaranya berasal dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), petani di Riau melalui program Santripreneur, serta Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang siap menjadi penangkar bibit sawit.

Baca juga: POPSI: Penyelesaian sawit rakyat melalui penataan sesuai regulasi

BPDP, lanjutnya, mengambil peran sebagai pendukung dan fasilitator agar UMKM bisa masuk dalam rantai pasok industri sawit rakyat, tidak hanya di hulu tetapi juga hilir seperti mendorong UMKM membuat pupuk.

"Selama ini kita banyak bergerak di hilir, seperti Rumah UMKM Perkebunan, pameran-pameran, sampai membawa mitra memasarkan produknya. Bahkan ada pupuk berbahan dasar sawit yang ditampilkan di ajang pameran beberapa waktu lalu," jelasnya.

Salah satu kegiatan yang dilakukan BPDP yakni Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 di Palembang, Sumatera Selatan 12–13 Februari 2026 bekerja sama dengan Sawit Indonesia

Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 peserta terdiri dari petani, koperasi, pemerintah daerah, hingga pelaku industri.

Baca juga: Ekspor perkebunan tancap gas di awal 2026

Kegiatan ini untuk pertama kalinya digelar di Sumatera Selatan, yang dikenal sebagai salah satu sentra sawit nasional dengan realisasi PSR tertinggi.

Selain kelapa sawit, tahun ini BPDP juga mendapat mandat pengembangan komoditas kakao dan kelapa, meski fokus utama masih pada sawit sebagai komoditas strategis nasional.

Sementara itu, Ketua panitia Workshop PSR dan Pekan Benih Sawit 2026 Qayuum Amri menjelaskan, dalam kegiatan tersebut peserta diajak menyaksikan praktik PSR di KUD Lempung Indah Sejahtera, Desa Lempuing Indah, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir.

"Kunjungan ini untuk melihat kisah sukses petani yang melakukan PSR sejak 2019. Dalam tiga tahun, produktivitas lahan bisa mencapai 19 ton per hektare per tahun, padahal sebelumnya kurang dari 3 ton," ujarnya.

Baca juga: Peneliti: Sawit kunci pemulihan ekonomi pascabencana

Menurut dia, keberhasilan PSR di KUD Lempung Indah Sejahtera tersebut menunjukkan pentingnya penggunaan benih unggul dan tata kelola kebun yang lebih baik dalam meningkatkan kesejahteraan petani.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK tetapkan tiga tersangka korporasi pada kasus Rita Widyasari
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Breaking News! Bank Indonesia Kembali Tahan BI Rate di Level 4,75%
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Kata Mendikdasmen soal Pembunuhan Siswa SMP di Eks Kampung Gajah
• 19 jam laludetik.com
thumb
Aksi Mogok Kerja Bikin Penumpang Terlantar di Bandara Tersibuk Afrika Timur
• 14 jam laludetik.com
thumb
Hasil Playoff Liga Champions: Bodo/Glimt Lumat Inter Milan 3-1 di Aspmyra
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.