Grid.ID - Sosok istri sopir Inara Rusli kini menjadi sorotan usai jadi saksi kunci terkuaknya hubungan terlarang dengan Insanul Fahmi. Ternyata punya peran penting.
Istri dari mantan sopir Inara Rusli resmi menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Bareskrim Polri, Rabu (18/2/2026). Pemeriksaan ini berkaitan dengan laporan hukum yang menyeret nama Inara Rusli terkait dugaan penyebaran video atau akses ilegal.
Jadi saksi kunci terkuaknya hubungan terlarang dengan Insanul Fahmi, peran istri sopir Inara Rusli jadi sorotan. Apa kira-kira?
Hal itu diungkap kuasa hukum istri sopir Inara Rusli, Sukardi pada para awak media yang tayang di kanal Youtube Reyben Entertainment, Rabu (18/2/2026). Sukardi menegaskan bahwa proses pemeriksaan tersebut krusial guna memperjelas alur peristiwa yang terjadi.
Saksi dinilai memahami runtutan kejadian di rumah Inara Rusli, meskipun ia tidak menetap bersama artis tersebut. Keterangan yang diberikan saksi diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap asal mula video yang dijadikan sebagai barang bukti.
Identitas pihak yang mengungkap status pernikahan antara Insanul Fahmi dan Wardatina Mawa di tengah kabar kedekatannya dengan Inara Rusli akhirnya terkuak. Sosok tersebut berinisial S, yang merupakan istri dari Agung, mantan sopir Inara Rusli.
Hal itu terungkap saat S diperiksa di Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan kasus akses ilegal yang dilaporkan Inara Rusli. Informasi tersebut disampaikan oleh kuasa hukumnya, Sukardi.
Sukardi menjelaskan, persoalan ini bermula dari sebuah grup percakapan di ponsel suami S. Di dalam grup tersebut terdapat beberapa orang, termasuk sopir Inara Rusli serta seorang asisten pribadinya.
"Bermula antara si A (sopir Inara Rusli) dan VA (Aspri) dan beberapa orang lainnya itu ada grup. Nah, di dalam grup itu ada percakapan yang pada intinya dari orang yang ada di grup itu tidak ada yang berani untuk menyampaikan bahwa ada dugaan, ya dugaan hubungan, hubungan khusus antara IR dan IF," ujar Sukardi.
Setelah mengetahui isi percakapan di grup tersebut, S disebut tidak tinggal berpangku tangan. Ia kemudian berinisiatif menelusuri informasi lebih jauh mengenai Insanul Fahmi.
S lantas mengirim pesan langsung (direct message/DM) ke akun Instagram Wardatina Mawa guna memastikan kebenaran status pernikahan Insanul Fahmi.
"Nah, kemudian dari istri A ini membaca komunikasi grup tersebut di HP suaminya, kira-kira seperti itu. Lantas dari komunikasi tersebut, dia coba menghubungi M melalui Instagram DM," kata Sukardi.
Sukardi membenarkan bahwa kliennya menjadi pihak pertama yang menjalin komunikasi dengan Wardatina Mawa. Tujuannya adalah meminta penjelasan terkait apakah Insanul Fahmi masih terikat pernikahan dengan Mawa.
"Niatnya adalah memberikan informasi, menanyakan terlebih dahulu bahwa apakah IF ini masih terikat pernikahan dengan M," ujarnya.
Dari percakapan tersebut terungkap bahwa saat itu Insanul Fahmi masih tercatat sebagai suami sah Wardatina Mawa. Informasi inilah yang kemudian berkembang dan memicu polemik hingga berujung pada proses hukum.
"Ternyata pada saat itu masih (menjadi suami sah Mawa), akhirnya diberikanlah informasi bahwa antara IF ini sepertinya ada hubungan khusus dengan IR. Kira-kira perannya kira-kira seperti itu," kata Sukardi.
Tak hanya itu, Terdapat sebuah grup percakapan khusus yang beranggotakan para karyawan, di mana mereka membicarakan kedekatan antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi.
Kuasa hukum S, Sukardi, menjelaskan bahwa isi obrolan dalam grup tersebut sebatas rumor. Menurutnya, pembahasan yang muncul hanya terkait dugaan adanya hubungan spesial antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi.
"Jadi pada intinya obrolan di grup itu hanya berkaitan dengan gosip aja. Gosip atau gibah terkait dengan hubungan, hubungan khusus ya, hubungan khusus antara IR dan IF. Dan itu obrolan dari pekerja-pekerja yang bekerja di IR sendiri," ujar Sukardi.
Ia menjelaskan bahwa grup tersebut beranggotakan empat orang yang bekerja pada Inara Rusli. Mereka adalah mantan sopir berinisial A, asisten pribadi VA, satu asisten pribadi lainnya berinisial B, serta seorang pegawai berinisial P.
Menurut Sukardi, para anggota grup menilai sikap Inara Rusli dan Insanul Fahmi tidak pantas. Penilaian itulah yang membuat mereka kerap membahas sang atasan dalam percakapan tertutup tersebut.
"Mereka paham bahwa tindakan dari IR dan IF ini tidak patut. Kira-kira seperti itu. Namun sampai dengan saat ini kita tidak tahu ya apakah sudah ada yang berbelok atau seperti apa, itu kita tidak bisa berkesimpulan," katanya.
S sendiri bukan bagian dari grup itu. Ia mengetahui isi percakapan tersebut dari ponsel suaminya yang ketika itu masih bekerja sebagai sopir Inara Rusli.
"Oke, grup itu bukan berkaitan dengan pekerjaan, tetapi memang anggotanya adalah orang-orang yang bekerja dengan IR. Yakni pertama A (sopir), ada VA (Aspri), ada Aspri lagi satu inisial B, ada satu lagi inisial P. Orang-orang yang terkaitlah dengan IR," ujarnya.
Sementara itu, perkara yang melibatkan Inara Rusli dan Insanul Fahmi masih dalam proses penanganan pihak kepolisian. Penyidik terus mendalami keterangan para saksi untuk mengungkap secara jelas dugaan kejadian yang telah dilaporkan. (*)
Artikel Asli




