Presiden Prabowo Jamin Kepastian Investasi di Washington

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews- Washington DC

Di hadapan pengusaha AS, Presiden menekankan stabilitas politik dan pemberantasan korupsi sebagai fondasi ekonomi.

Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi yang kondusif bagi investor global. 

Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan para pemimpin bisnis Amerika Serikat dalam ajang Business Summit yang berlangsung di Gedung US Chamber of Commerce, Rabu 18 Februari 2026  waktu setempat.

Dalam pertemuan strategis tersebut, Presiden menggarisbawahi bahwa stabilitas ekonomi dan kepastian hukum menjadi prioritas utama kabinetnya. 

Ia meyakini bahwa pertumbuhan ekonomi hanya dapat dicapai jika didukung oleh tata kelola pemerintahan yang bersih dari praktik korupsi dan kartel.

"Tidak ada pihak yang bersedia menanamkan modal dalam situasi yang penuh ketidakpastian atau kekacauan," ujar Presiden Prabowo. 

Ia menambahkan bahwa Indonesia berada di posisi yang menguntungkan berkat stabilitas jangka panjang dan kondisi domestik yang damai.

Visi Kolaborasi Global

Presiden juga memaparkan filosofi politik luar negeri Indonesia yang tetap berpegang pada prinsip bebas-aktif. Dengan narasi khasnya, ia menekankan pentingnya membangun kemitraan daripada persaingan yang destruktif.

“Seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” ucapnya, menggambarkan pendekatan kolaboratif Indonesia terhadap negara-negara adidaya dan mitra internasional. Menurutnya, bagi negara yang sedang berkembang, kompromi antar-elit dan kerja sama lintas sektor merupakan kunci utama pembangunan.

Penguatan Sektor Fiskal dan Danantara
 
Selain stabilitas politik, Presiden Prabowo menyoroti disiplin fiskal yang ketat sebagai penopang kepercayaan pasar. 

Ia mencatat bahwa realisasi investasi asing (FDI) Indonesia yang mencapai 53 miliar dolar AS pada tahun lalu menjadi bukti nyata kepercayaan investor terhadap arah kebijakan pemerintah.

Untuk memperkuat struktur pendanaan nasional, Presiden memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Danantara. 

Lembaga ini diproyeksikan sebagai sovereign wealth fund yang akan mengelola investasi strategis negara guna mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Di sisi lain, Presiden juga memaparkan sejumlah inisiatif domestik yang tengah berjalan, mulai dari penguatan gizi nasional melalui program makan gratis hingga akselerasi digitalisasi di sektor pendidikan. 

Melalui forum ini, Indonesia berharap hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat semakin solid dan memberikan dampak keuntungan timbal balik bagi kedua negara.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
11 Penyebab Busi Motor tidak Ada Apinya
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Arnold Semakin Dekat dengan Kemungkinan Kembali ke Liverpool setelah Drama Liga Champions Madrid saat Ia Menyebutnya Aib
• 18 jam laluharianfajar
thumb
UU Pemda Digugat ke MK, Soroti 95 Persen Pasangan Kepala Daerah Alami Keretakan Politik
• 2 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jadwal Buka Puasa di Jakarta Utara Hari Ini, 19 Februari 2026
• 38 menit lalukompas.com
thumb
Soal Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2026, Mensesneg: Tidak Perlu Dibesar-besarkan
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.