Kolaborasi frank green x Emte: Saat Tumbler Naik Kelas Jadi Medium Ekspresi Diri

herstory.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Brand lifestyle asal Australia, frank green, resmi merayakan pembukaan experience store pertamanya di Indonesia. Peresmian ini terasa semakin spesial lewat kolaborasi eksklusif bersama ilustrator ternama Tanah Air, Muhammad Taufiq (Emte), yang menghadirkan perpaduan desain fungsional dengan sentuhan seni dalam semangat art meets everyday essentials.

Selama ini, frank green dikenal sebagai produsen reusable bottles dan cups yang memadukan fungsi, desain modern, serta opsi personalisasi, mulai dari monogram hingga kombinasi warna dan material. Produk-produknya dirancang agar kebiasaan membawa wadah minum sendiri menjadi bagian dari gaya hidup modern yang tetap stylish sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.

Hadirnya experience store pertama di Indonesia pun menjadi langkah penting bagi brand untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih interaktif. Bukan sekadar tempat membeli produk, ruang ini dirancang sebagai tempat eksplorasi gaya hidup yang fun, inspiratif, dan dekat dengan konsumen.

Peresmian toko yang berlangsung di Plaza Indonesia ini sekaligus memperkenalkan kolaborasi terbaru frank green bersama Emte. Dalam program tersebut, setiap pembelian tumbler edisi kolaborasi mendapatkan layanan monogram artwork Emte secara gratis, buku karya sang ilustrator, serta kesempatan mengikuti sesi tanda tangan bersama seniman tersebut.

Ilustrasi yang digunakan diambil dari buku karya Emte berjudul Life As I Know It, yang mengangkat tema kebahagiaan saat menikmati aktivitas seorang diri. Dua figur ikonik, yakni laki-laki dan Perempuan, dipilih lalu diukir pada body tumbler, menjadikannya bukan sekadar wadah minum, melainkan medium ekspresi personal.

“Kolaborasinya dalam bentuk artwork yang ada di buku Life As I Know It, dipilih dua figur, cowok dan cewek, lalu di-engrave ke body tumblernya,” tutur Emte, saat ditemui di experience store frank green, di Plaza Indonesia, Jakarta, belum lama ini.

Menurutnya, pesan utama buku tersebut adalah merayakan kenyamanan menikmati waktu sendiri tanpa stigma negatif.

“Konsep utamanya adalah happy ngapain-ngapain sendiri. Kadang masyarakat suka nge-judge kalau orang ngapa-ngapain sendiri itu sengsara, padahal kita tetap bisa happy kok,” katanya.

Ia pun menambahkan, aktivitas sederhana justru sering menjadi momen reflektif yang menyenangkan.

“Message-nya adalah kita sendirian itu nggak apa-apa kok. Tetap bisa happy, nggak usah mengasihani diri sendiri. Apa pun yang kita lakuin, kita bisa menemukan kebahagiaan,” lanjutnya.

Pendekatan personal ini membuat banyak orang merasa dekat dengan ilustrasinya.

“Bisa jadi itu aku, bisa jadi orang lain ngerasa relate kalau itu gue. Jadi lebih personal,” ujarnya.

Emte juga mengaku antusias dapat membawa karyanya ke medium berbeda bersama brand global tersebut.

“Saya selalu percaya bahwa seni bisa hadir di mana saja, termasuk dalam benda yang kita gunakan setiap hari. Kolaborasi ini menarik karena tumbler bukan hanya soal fungsi, tetapi juga bisa menjadi bagian dari identitas personal. Senang sekali bisa membawa karakter dan ilustrasi saya ke medium yang berbeda bersama frank green,” ungkapnya.

Menurut Emte, penggunaan tumbler kini juga semakin relevan dengan gaya hidup masa kini.

“Sekarang orang ke mana-mana bawa tumbler karena sisi baiknya peduli lingkungan, nggak nyampah, mengurangi botol plastik, dan kita jadi lebih teratur minumnya,” jelasnya.

Ia menilai tumbler juga dapat menjadi bagian dari identitas personal seseorang.

“Bisa punya kontribusi ke lingkungan, membuat orang punya cara hidup yang lebih sehat, dan tetap gaya tentunya,” katanya.

Kolaborasi ini juga menjadi proyek kolaboratif kedua Emte setelah sebelumnya terlibat dalam proyek bersama CASA Indonesia dalam gelaran seni Art Jakarta. Baginya, kolaborasi membuka peluang agar karya seni dapat menjangkau audiens lebih luas.

“Aku senang bisa ada project kolaborasi, karena aku bisa membawa karya aku ke publik yang lebih luas. Networking itu penting buat seniman, dan karya kita jadi bisa menjangkau banyak orang,” ujarnya.

Sementara itu, CEO Maestro Nexindo Indonesia selaku distributor resmi frank green di Indonesia, Firman, menyebut respons pasar terhadap kolaborasi sebelumnya sangat positif.

“Ini kedua kalinya frank green kolaborasi sama Emte, dan responsnya sangat bagus. Karyanya menarik dan konsumen juga suka dengan konsep kolaborasi ini,” tukas Firman.

Menurutnya, perpaduan desain produk frank green dengan ilustrasi Emte membuat tumbler berkembang menjadi item gaya hidup yang memiliki nilai seni sekaligus karakter personal.

Ia pun menambahkan, pembukaan experience store pertama ini juga menjadi upaya brand mendekatkan diri dengan konsumen Indonesia.

“Pembukaan experience store pertama frank green di Indonesia bukan hanya tentang ekspansi retail, tetapi tentang membangun koneksi yang lebih dekat dengan konsumen. Kami ingin menghadirkan ruang di mana gaya hidup berkelanjutan bisa dirayakan dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Kolaborasi bersama Emte menjadi simbol bahwa produk sehari-hari pun dapat menjadi medium ekspresi diri,” papar Firman.

Menutup kolaborasi ini, Emte berharap masyarakat semakin terbiasa membawa tumbler ke mana pun mereka pergi, bukan sekadar mengikuti tren, tetapi juga demi kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.

“Harapannya orang makin sehat, ke mana-mana bawa tumbler biar nggak dehidrasi. Dan dengan tumbler ini tetap bisa gaya. Itu seru,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Donald Trump Cabut Semua Temuan Ilmiah Terkait Bahaya Gas Rumah Kaca
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Upaya Intervensi DPR ke MKMK Menggerus Kepercayaan Publik
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Viral Tahlilan Warga di Depan Rumah Jokowi, Ajudan Bilang Begini
• 9 jam laludetik.com
thumb
Menu Lapor SPT di Coretax Tidak Muncul, Ini Sebabnya!
• 7 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rumah Jokowi Ditandai dengan Nama Tembok Ratapan Solo di Maps, Ajudan sang Mantan Presiden Buka Suara
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.