Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi terhadap kiprah sang ayah, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang tak hanya aktif dalam politik tetapi juga terus menyalurkan ekspresi seni.
Menurut AHY, meski SBY kini lebih dikenal sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dan mentor bagi kader-kader partai, SBY tetap mengekspresikan kecintaannya terhadap Indonesia melalui karya seni lukis.
“Beliau sebagai seniman terus menyalurkan perhatiannya terhadap negeri, keindahan alam, dan kemanusiaan lewat guratan lukisan,” ujar AHY.
Momen spesial kali ini, lanjutnya terjadi bertepatan dengan perayaan Imlek Tahun Kuda Api. SBY menciptakan sebuah lukisan bertema Kuda Api yang sarat simbol energi, kekuatan, dan kerja keras nilai-nilai yang diharapkan AHY dapat mewarnai transformasi Indonesia menjadi negara yang lebih maju, damai, dan rukun.
Selain sebagai karya seni, lukisan tersebut memiliki misi sosial. Hasil lelang dari lukisan Kuda Api sepenuhnya disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan, membantu masyarakat kurang mampu, korban bencana, dan khususnya masyarakat keturunan Tionghoa.
AHY menekankan, aksi SBY ini bukanlah yang pertama.
“Hampir setiap kali terjadi bencana, Pak SBY selalu melelang karyanya. Semua hasil lelang digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya
Sebelumnya, Lukisan bertajuk “Kuda Api” karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terjual dalam sebuah lelang dengan nilai fantastis mencapai Rp6,5 miliar. Karya tersebut dimenangkan oleh perwakilan pendiri PT Bayan Resources Tbk, Dato’ Low Tuck Kwong.
Lelang tersebut, digelar saat acara Perayaan Imlek 2026 dengan tema “Harmoni Nusantara, Together in Harmony, Stronger in Solidarity” di The Balltoom Djakarta Theater di Jakarta pada Rabu, 18 Februari 2026 hari ini.
Dalam kesempatan tersebut, SBY mengungkapkan bahwa lukisan itu sebenarnya belum sepenuhnya rampung. Ia menyebut progres pengerjaan telah mencapai sekitar 70 hingga 75 persen.
“Saya belum touch up, go to detail, dan sentuhan-sentuhan yang bisa membulatkan termasuk color harmony dalam lukisan ini. Tadi pagi saya mulai, rampung hingga posisi seperti ini sekitar dua jam lebih sedikit. Saya memerlukan waktu probably penyempurnaan sekitar satu sampai satu setengah jam,” ujar SBY.
SBY menjelaskan, pemilihan tema Kuda Api bukan tanpa alasan. Tahun ini bertepatan dengan Tahun Kuda Api dalam penanggalan Tionghoa, yang menurutnya melambangkan kekuatan, energi, determinasi, dan semangat untuk meraih pencapaian besar.
“Mengapa saya pilih lukisan ini? Ini tahun Kuda Api. Kemudian, Kuda Api itu kalau saya baca dikaitkan atau digambarkan atau melambangkan sebuah kekuatan, energi, determinasi, spirit atau semangat. Kemudian yang menuju a great achievement,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa proses melukis juga disertai doa untuk bangsa Indonesia. SBY berharap semangat Kuda Api dapat menjadi simbol tekad, kebersamaan, dan kekuatan dalam memajukan negeri.
Menurutnya, momentum ini juga bertepatan dengan perayaan Imlek keluarga besar Partai Demokrat. Ia berharap partai yang didirikannya itu memiliki semangat, determinasi, dan tujuan yang kuat demi kebaikan bangsa.
Editor: Redaktur TVRINews





