Ahmad Sahroni is Back! Gantikan Rusdi Masse di DPR RI, Sang Crazy Rich Priok Kembali Duduki Kursi Wakil Ketua Komisi III

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Kursi pimpinan Komisi III DPR RI kembali mengalami perombakan besar pekan ini. Sosok yang dijuluki “Crazy Rich Tanjung Priok”, Ahmad Sahroni, resmi ditetapkan kembali sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.

Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh Rusdi Masse Mappasessu (RMS). Politikus senior tersebut memutuskan mundur secara mengejutkan dari Partai NasDem sekaligus keanggotaan DPR RI. RMS bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Prosesi penetapan Sahroni berlangsung formal di ruang rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis (19/2/2026). Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, yang membacakan surat perubahan fraksi Partai NasDem.

Dalam momen tersebut, Dasco memastikan bahwa posisi Ahmad Sahroni (A38) telah mendapatkan restu untuk menggantikan posisi strategis yang sebelumnya dipegang oleh Rusdi Masse (A24).

“Apakah Saudara Ahmad Sahroni dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR?” tanya Dasco yang langsung disambut seruan “setuju” secara bulat oleh seluruh peserta rapat.

Teka-teki PAW RMS di Dapil Sulsel 3

Mundurnya RMS tidak hanya meninggalkan kekosongan di pimpinan komisi, tetapi juga memicu perebutan kursi Pergantian Antarwaktu (PAW) di daerah pemilihan (Dapil) 3 Sulawesi Selatan.

Hingga saat ini, DPW NasDem Sulsel masih menggodok nama-nama potensial yang akan melenggang ke Senayan.

Ketua DPW NasDem Sulsel, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa NasDem tidak hanya berpatokan pada perolehan suara terbanyak berikutnya, tetapi juga mengedepankan aspek loyalitas yang tidak bisa ditawar.

Secara regulasi, kursi PAW seharusnya jatuh kepada peraih suara terbanyak setelah peraih kursi saat ini. Namun, dinamika internal NasDem membuat beberapa nama dipastikan gugur.

Putri Dakka (53.700 suara) dinyatakan gugur, karena dianggap “membelot” dengan maju sebagai calon Wali Kota Palopo melalui PDI Perjuangan.

Andi Aslam Patonangi (43.580 suara) dipastikan tidak masuk hitungan, karena telah resmi mengajukan surat pengunduran diri dari partai.

Dengan gugurnya dua nama besar tersebut, radar NasDem kini mengerucut pada tiga kandidat berikutnya yang dinilai memiliki rekam jejak konsisten bersama partai.

Mereka adalah Hayarna Hakim (29.162 suara), M. Judas Amir (12.669 suara), dan Nicodemus Biringkanae (4.908 suara).

Meskipun Hayarna Hakim berada di urutan suara berikutnya secara administratif, posisinya disebut-sebut mendapatkan catatan kritis dari internal partai.

Syaharuddin menekankan bahwa pihaknya mencari figur yang sejalan dengan garis perjuangan partai agar tidak “berpaling” di kemudian hari.

NasDem Sulsel dijadwalkan akan melaporkan hasil rapat konsolidasi final ini kepada DPP untuk menetapkan siapa yang akan resmi menyandang gelar anggota DPR RI menggantikan posisi Rusdi Masse di Senayan. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal insiden menimpa Vinicius, Infantino: Tak ada tempat bagi rasisme
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Budi Gunadi Sadikin Tegaskan Pemberhentian dr. Piprim Basarah Yanuarso Bukan Karena Kritik, Melainkan Pelanggaran Disiplin
• 21 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Heboh Tahlilan di Depan Rumah Jokowi, Ajudan: Bapak Tak Berkeberatan
• 2 jam laludisway.id
thumb
Kecil Kemungkinan Teddy Jadi Cawapres, Tidak Pas Secara Etika Politik
• 20 jam lalujpnn.com
thumb
Maksimalkan Potensi Pembiayaan, SIF Reaktivasi Cabang Bandung
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.