Gara-gara Parkir, Kurir di Bali Ditembak Pakai Senapan Angin

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Seorang kurir berinisial DS (30 tahun) melaporkan seorang warga berinisial K (45) setelah diduga ditembak menggunakan senapan angin dan diancam. DS tidak terima atas tindakan tersebut dan melaporkannya ke polisi.

“Peluru dari senapan angin tersebut dilaporkan sempat mengenai bagian rambut korban,” kata Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi, Kamis (19/2).

Insiden itu terjadi saat DS mengantarkan paket di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Sabtu (14/2) sekitar pukul 18.00 WITA. Saat tiba di sebuah persimpangan, DS mengaku kebingungan mencari alamat tujuan dan memutuskan berhenti sejenak di pinggir jalan.

DS kemudian bertanya kepada warga sekitar mengenai alamat rumah penerima paket. Namun, K yang melintas di jalur yang sama membunyikan klakson berkali-kali dan meneriaki DS agar tidak parkir hingga menghalangi jalan.

Keduanya sempat terlibat adu mulut singkat. DS kemudian memilih melanjutkan perjalanan menuju rumah konsumen. Namun, situasi justru memanas. K diduga mengambil senapan angin di rumahnya dan mencari keberadaan DS.

“Setelah korban tiba di rumah konsumen, terlapor bersama anaknya mendatangi lokasi dengan membawa senapan angin. Senjata tersebut kemudian diarahkan ke kepala korban,” ujar Yohana.

Melihat K menekan pelatuk, DS spontan menghindar. Meski demikian, peluru sempat mengenai bagian rambutnya.

Dalam kondisi panik, DS berusaha merebut senjata tersebut, tetapi dihalangi oleh K dan anaknya. DS akhirnya berhasil menendang senapan angin itu hingga patah.

“Tidak hanya itu, korban juga mengaku mendapat ancaman serius. Terlapor sempat mengatakan ingin membunuh korban,” sambungnya.

DS kemudian masuk ke rumah konsumen untuk menyelamatkan diri. Kepala desa dan Bhabinkamtibmas sempat melakukan mediasi di lokasi. Namun, DS menolak penyelesaian damai karena mengaku trauma atas kejadian tersebut.

DS resmi melaporkan kasus ini ke Polres Buleleng pada Senin (17/2). Yohana menyebut seluruh pihak terkait saat ini masih dalam tahap pemeriksaan.

“Kasus masih dalam penyelidikan,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karina Ranau Tuai Pro dan Kontra Makan Sahur di Makam Epy Kusnandar
• 1 jam lalucumicumi.com
thumb
Peningkatan Utang Pemerintah Berisiko Guncang Pasar
• 21 jam lalukompas.id
thumb
BNPT Tegaskan Terorisme Tetap Jadi Ancaman Global Adaptif di Era Digital
• 14 menit lalupantau.com
thumb
Cegah Pemborosan APBN, Pemerintah Mulai Groundcheck Data 11 Juta Peserta BPJS PBI yang Dinonaktifkan
• 2 jam lalusuara.com
thumb
Cari Mitra Jangka Panjang di Washington, Prabowo Garansi Good Governance dan Supremasi Hukum
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.