Kronologi Polisi Nyamar Jadi Pengamen Demi Tangkap Buronan di Dalam Bus, Pelaku Hanya Bisa Pasrah saat Digiring

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Polisi nyamar jadi pengamen demi tangkap buronan di dalam bus. Pelaku hanya bisa pasrah saat digiring.

Viral di media sosial sejumlah polisi menyamar jadi pengamen. Bukan tanpa alasan, polisi tersebut menyamar jadi pengamen untuk menangkap buronan yang sudah 6 bulan kabur.

Berikut kronologi polisi nyamar jadi pengamen demi tangkap buronan di dalam bus. Pelaku hanya bisa pasrah saat digiring.

Jagat media sosial belakangan ini diramaikan oleh beredarnya video momen penangkapan seorang buronan (DPO) kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia. Bukan karena aksi baku tembak yang dramatis, peristiwa ini menjadi viral lantaran taktik penyamaran yang dilakukan aparat berjalan sangat rapi dan tanpa celah.

Komandan tim, Aiptu David Rico Dermawan, bahkan menyamar sebagai pengamen untuk menangkap buronan tersebut di dalam sebuah bus. Buronan berinisial Een (18) diketahui kabur ke Pulau Jawa selama enam bulan setelah terlibat tindak kekerasan terhadap seorang anak hingga berujung kematian.

Setelah merasa keadaan mulai aman, ia memutuskan pulang ke Padang. Namun, tanpa disadari, pergerakannya telah dipantau oleh Tim Klewang.

Ketika bus yang ditumpanginya melintas di kawasan Indarung, sejumlah orang yang menyamar sebagai pengamen naik ke dalam bus.

Tanpa menaruh kecurigaan, Een tetap duduk santai di kursinya. Alih-alih disuguhi lagu, ia justru dikejutkan oleh kemunculan Tim Klewang yang langsung mengamankannya di dalam bus tersebut.

"Oke bapak-bapak ibu-ibu selamat malam. Kami dari Tim Klewang Polresta Padang mengucapkan selamat datang di Kota Padang tercinta," sambut David.

"Terutama untuk adinda kita Een atas keberhasilannya telah melarikan diri kasus penganiayaan secara bersama-sama dan menghilangkan nyawa orang lain," ucap David Wewe dengan tersenyum lebar, dikutip dari akun Instagram @rumpi_gosip.

Pengamen yang naik ke bus tersebut ternyata adalah Aiptu David Rico Dermawan, yang akrab disapa David Wewe, selaku Ketua Tim Klewang Polresta Padang.

 

Karena terkejut saat penangkapan berlangsung, Een disebut sampai buang air kecil di celana ketika diamankan petugas. Aiptu David Rico Dermawan bersama Tim Klewang berhasil meringkus Een (18), buronan kasus penganiayaan terhadap anak, dengan menyamar sebagai pengamen di dalam bus.

Mengenal Aiptu David Wewe, Polisi Buser yang Melegenda

Melansir dari Sripoku.com, Di balik aksi yang viral tersebut, sosok David Wewe sebenarnya sudah cukup dikenal masyarakat Sumatera Barat. Ia memiliki reputasi sebagai polisi dengan naluri tajam serta kemampuan penyamaran yang tak terduga.

Berikut gambaran singkat tentang Ketua Tim Klewang tersebut:

- Pengalaman 23 Tahun: David telah berkiprah sebagai anggota buser lebih dari dua dekade. Selama bertugas, ia kerap menghadapi situasi berisiko tinggi, bahkan pernah mengalami luka tembak dan tusukan saat berhadapan dengan pelaku kejahatan.

- Pernah Bertugas di Mentawai: Sebelum memimpin Tim Klewang, ia sempat berdinas di Kepulauan Mentawai. Di wilayah itu, ia terbiasa menempuh perjalanan ekstrem menggunakan speedboat di tengah ombak besar demi mengejar pelaku kriminal.

- Aktif di Media Sosial: David juga aktif di platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Melalui akun pribadinya, ia kerap memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus menampilkan sisi tegas kepolisian dalam menjaga ketertiban.

- Pribadi yang Family Man: Meski dikenal tegas di lapangan, David merupakan sosok ayah yang berdedikasi. Ia rutin meluangkan waktu khusus setiap hari Minggu untuk keluarga, di tengah jadwal dinas yang padat dari Senin hingga Sabtu.

Atensi Khusus dari Kasat Reskrim

Penangkapan Een disebut menjadi perhatian langsung Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol M. Yasin, S.I.K., M.A.P. Pelaku dijerat Pasal 80 ayat (1), (2), dan (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman berat.

Kini, Een harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi. Sebagaimana kutipan yang kerap dibagikan David Rico Dermawan di akun Facebook-nya, “Selamat datang di Lorong Tobat, En. Bertobatlah sungguh-sungguh sebelum ajal menjemput lebih dulu daripada Tim Klewang.” (*)

 

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vokasi dan Industri Ekowisata: Menakar Kesiapan Karakter Generasi Z
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Tegur Remaja Tawuran, Buruh di Karawang Tewas Dibacok
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bahlil Dampingi Prabowo Terbang ke AS, Bahas Isu Ini
• 22 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ciri-ciri WhatsApp Disadap Mudah Dikenali, Cek Sekarang!
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jokowi Ngaku Tak Tandatangani Revisi UU KPK, Laode Syarif: Enggak Menghilangkan Tanggung Jawab Dia
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.