Mata Berat dan Sulit Fokus saat Puasa, Begini Cara Mengatasi Kantuk Selama Ramadhan

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Rasa ngantuk di siang hari saat puasa Ramadhan sering kali menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi Anda yang tetap harus bekerja, kuliah, atau menjalani aktivitas padat. Perubahan pola makan dan tidur membuat tubuh perlu beradaptasi dalam waktu singkat. 

Jika tidak diatur dengan baik, kondisi ini bisa memicu lemas, sulit fokus, hingga penurunan produktivitas. Scroll untuk baca info selengkapnya!

Baca Juga :
7 Pos Pantau Didirikan di Ciputat Timur, Targetkan Zero Tawuran Selama Bulan Puasa
Tips Atasi Kulit Haus Selama Puasa, Gak Bakal Kering dan Tetap Terhidrasi

Sebagaimana diketahui, rasa kantuk saat puasa bukan semata karena tidak makan dan minum, melainkan lebih sering dipicu oleh gangguan ritme tidur dan pola energi tubuh. 

Namun, jangan khawatir, dengan strategi yang tepat, Anda tetap bisa menjaga kebugaran dan mengurangi rasa ngantuk selama menjalani ibadah puasa. Berikut panduan lengkapnya, sebagaimana dirangkum dari Times of India, Kamis, 19 Februari 2026.

1. Atur total waktu tidur dalam 24 jam

Perubahan jadwal karena sahur dan ibadah malam sering membuat waktu tidur berkurang. Idealnya, orang dewasa tetap membutuhkan sekitar 7 hingga 9 jam tidur per hari. Jika sulit tidur panjang di malam hari, Anda dapat membaginya menjadi dua sesi, misalnya tidur lebih awal setelah tarawih dan melanjutkan tidur singkat setelah sahur.

2. Manfaatkan power nap singkat

Tidur siang singkat selama 15 hingga 30 menit dapat membantu menyegarkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi. Hindari tidur terlalu lama karena justru bisa membuat Anda lebih lemas saat bangun. Waktu terbaik untuk power nap biasanya sebelum atau sesudah waktu zuhur, tergantung jadwal Anda.

3. Konsisten dengan jam tidur dan bangun

Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur siklus tidur dan bangun. Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari selama Ramadhan. Konsistensi ini membantu tubuh beradaptasi lebih cepat dan mengurangi rasa kantuk berlebihan di siang hari.

4. Dapatkan paparan cahaya pagi

Paparan cahaya matahari di pagi hari setelah sahur atau setelah salat Subuh dapat membantu memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya aktif. Cahaya alami membantu meningkatkan kewaspadaan dan memperbaiki ritme biologis tubuh.

5. Perhatikan menu sahur Anda

Makanan sahur sangat berpengaruh terhadap tingkat energi sepanjang hari. Pilih kombinasi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal, protein seperti telur atau ayam, serta serat dari sayur dan buah. Hindari makanan terlalu manis atau tinggi gula karena dapat menyebabkan lonjakan energi cepat yang diikuti rasa kantuk.

Baca Juga :
Hari Pertama Ramadhan, Pratama Arhan Jalani Laga Macarthur vs Bangkok United Sambil Berpuasa
Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi saat Ramadhan? Ini Aturannya Agar Tak Dehidrasi dan Ganggu Lambung
Hujan Bakal Mengguyur Sejumlah Kota di Indonesia di Hari Pertama Puasa Ramadhan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Liga Italia: AC Milan Ditahan Imbang Como 1-1 di San Siro
• 14 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Perilaku Korupsi dan Diskoneksi Nilai Agama-Budaya
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Kinerja Semakin Solid, Pegadaian Catatkan Laba Bersih Rp8,34 T di 2025
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Irma Suryani Tegaskan Perusahaan Wajib Bayar THR Dua Minggu Sebelum Idul Fitri dan Siap Dikenai Sanksi
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Suarakan Perdamaian Palestina, Menlu Sugiono: Board of Peace Harus Sejalan dengan Prinsip PBB
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.