Freeport McMoran (FCX) akan melepas kepemilikan saham mereka di anak usaha PT Freeport Indonesia (PTFI) 12% kepada Indonesia tanpa biaya. Perusahaan menyebut pelepasan ini dilakukan usai perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PTFI setelah 2041.
Saat ini kepemilikan saham FCX di PTFI sebesar 48,76% yang akan dipertahankan hingga 2041. Jumlah kepemilikan saham FCX akan berkurang menjadi 37% berlaku mulai 2042.
FCX menulis usai melepas, maka pihak yang mengakuisisi saham mereka akan mengganti biaya proporsional yang dikeluarkan. Hal ini mengacu pada nilai buku untuk investasi yang menguntungkan setelah 2041.
FCX mengatakan perpanjangan operasi dan ketentuan lain yang disepakati bergantung pada penerbitan IUPK yang direvisi oleh pemerintah Indonesia. Mereka menyebut PTFI berencana segera menyelesaikan permohonan perpanjangan.
Ketua Dewan Direksi FCX Richard C. Adkerson serta Presiden dan Chief Executive Officer FCX Kathleen Quirk, mengatakan perusahaan menghargai kerja sama jangka panjang dengan pemerintah dan masyarakat Indonesia yang sudah dibangun selama bertahun-tahun.
Menurut mereka, operasional tambang PTFI di Grasberg, Papua Tengah telah memberikan manfaat signifikan bagi semua pemangku kepentingan selama enam dekade. “Perpanjangan ini memberikan kesempatan untuk membangun nilai signifikan bagi semua pemangku kepentingan di area dengan cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia,” kata Richard dan Kathleen dalam keterangan resminya dikutip Kamis (19/2).
Pelepasan 12% saham ini termasuk dalam salah satu poin nota kesepahaman (MoU) yang diteken antara FCX dan pemerintah Indonesia di Washington, D.C. pada Rabu (18/2) malam waktu setempat. Acara tersebut turut dihadiri Presiden RI Prabowo Subianto.
Berdasarkan ketentuan MOU, berikut kesepakatan yang dicapai antara FCX dan pemerintah Indonesia:
- Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI akan direvisi untuk memperpanjang masa berlakunya hak operasi. Hal ini sesuai dengan cadangan sumber daya yang tersedia.
- PTFI akan memprioritaskan hilirisasi melalui penjualan domestik bagi tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk lainnya. PTFI juga akan memperluas pemasaran tembaga ke Amerika Serikat (AS) jika dibutuhkan pasokan tambahan.
- FCX akan melakukan divestasi 12% PTFI ke pemerintah Indonesia pada 2041 tanpa biaya.
- PTFI akan meningkatkan pengeluaran untuk eksplorasi dan studi lanjutan guna mengidentifikasi dan mengembangkan sumber daya jangka panjang serta peluang ekspansi.
- Struktur tata kelola operasional, ketentuan perjanjian pemegang saham, IUPK, dan perjanjian lain akan terus diterapkan selama masa berlaku sumber daya.
- PTFI akan meningkatkan dukungan bagi masyarakat Papua, seperti dukungan finansial untuk pembangunan rumah sakit baru dan dua fasilitas pendidikan medis.




