JAKARTA, DISWAY.ID -- Presiden Prabowo Subianto menyebut program MBG bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan investasi jangka panjang dengan imbal hasil besar bagi negara.
Menurut Prabowo, setiap dana yang digelontorkan untuk program makan anak akan memberikan dampak ekonomi berlipat.
Ia mengacu pada kajian yang disampaikan perwakilan Rockefeller Institute yang datang ke Jakarta untuk mempelajari implementasi program tersebut.
BACA JUGA:Menohok! Diminta DPR Beberkan Kasus Adies Kadir, Ketua MKMK: Lebih Baik Saya Diberhentikan
BACA JUGA:Bukan Berhenti, Distribusi MBG Prioritaskan Bumil dan Balita Selama Bulan Ramadan
“Mereka memberi tahu saya bahwa ini adalah pilihan paling bijaksana dan investasi terbaik yang bisa dilakukan suatu negara. Karena untuk setiap satu dolar yang dihabiskan untuk makan gratis bagi anak-anak, imbal hasilnya (return) menurut penelitian mereka setidaknya tujuh dolar, bahkan dalam jangka panjang bisa memberikan imbal hasil hingga 35 kali lipat," kata Prabowo di hadapan pengusaha dalam acara Business Summit Amerika Serikat–Asean di U.S. Chamber of Commerce, Washington D.C., Kamis, 19 Februari 2026.
Ia mengatakan program MBG ini merupakan bagian dari upaya mengatasi persoalan kelaparan dan malnutrisi anak di Indonesia.
Ia menyebut kebijakan tersebut terinspirasi dari praktik serupa yang telah lama diterapkan di Amerika Serikat dan Eropa
Dalam pernyataannya, Prabowo mengatakan program tersebut bukan sekadar kebijakan sosial, melainkan bagian dari proses demokratisasi yang nyata.
BACA JUGA:Libur Panjang Imlek 2026, JTTS Kelolaan Hutama Karya Catat Trafik Lebih Dari 670 Ribu Kendaraan
BACA JUGA:Purbaya Sebut Gugatan Anggaran MBG Lemah, Berpotensi Ditolak MK
“Demokrasi yang nyata harus bisa dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat melalui layanan pendidikan dan kesehatan,” ujar Prabowo.
Mantan Menteri Pertahanan ini mengatakan anggaran untuk program MBG tersebut berasal dari hasil efisiensi dan penyalahgunaan uang negara.
"Dana penghematan inilah yang saya alokasikan kembali untuk program-program ini. Jadi, saya dituduh belanja secara serampangan. Tidak, ini adalah relokasi sumber daya," tegas dia.




