Bank Indonesia Diprediksi Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Februari 2026 pada Kamis (19/2). Sejumlah ekonom memperkirakan bank sentral kembali menahan suku bunga acuan di level 4,75 persen di tengah tekanan eksternal dan meningkatnya risiko pasar keuangan global.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai ruang pelonggaran moneter masih terbatas. Menurutnya, BI akan lebih berhati-hati dan mengutamakan stabilitas nilai tukar rupiah dibanding mendorong pertumbuhan lewat penurunan suku bunga.

“Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga BI sebesar 4,75 persen pada RDG bulan Februari 2026 sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah risiko pasar keuangan yang meningkat,” kata Josua kepada kumparan, Rabu (18/2).

Josua menjelaskan tekanan terhadap pasar domestik tidak hanya berasal dari dinamika global, tetapi juga sentimen terkait peringatan MSCI dan revisi prospek utang Indonesia oleh Moody’s. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan premi risiko dan memicu volatilitas arus modal.

“Dalam konteks ini, kami memperkirakan BI akan terus memprioritaskan stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor daripada pelonggaran moneter dalam jangka pendek, sehingga ruang untuk pemotongan suku bunga kebijakan tetap terbatas setidaknya hingga tekanan eksternal mereda dan sentimen pasar membaik,” ungkap Josua.

Pandangan senada disampaikan Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto. Ia melihat inflasi yang masih berada di atas 3 persen dan nilai tukar rupiah yang belum stabil menjadi pertimbangan utama BI untuk menahan suku bunga.

“Mengingat dan menimbang inflasi tahunan yang sedang berjalan cukup tinggi (di atas 3 persen) dan perkembangan nilai tukar rupiah belum kembali normal dan stabil (masih dalam tekanan eksternal, termasuk sentimen negatif oleh MSCI dan Moodys), maka pilihan terbaik yang tersedia adalah BI Rate ditahan di level 4,75 persen,” kata Ryan.

Meski begitu, Ryan menilai BI tetap dapat menjaga momentum pertumbuhan melalui instrumen lain di luar suku bunga acuan. Pelonggaran kebijakan baik makroprudensial maupun sistem pembayaran masih bisa dimanfaatkan untuk menopang likuiditas dan aktivitas ekonomi.

Ia juga mengingatkan adanya potensi kenaikan tekanan inflasi menjelang Idul Fitri, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Untuk itu, ruang penurunan suku bunga kemungkinan baru terbuka setelah periode Lebaran.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesawat Pengangkut BBM Alami Kecelakaan di Nunukan, Diperkirakan Jatuh di Tengah Hutan
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketua KPK Setyo Budiyanto Tak Mau Terjebak
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Pemerintah Ajak Negara Sahabat-Organisasi Internasional Hadir di OIS 2026
• 23 jam laludetik.com
thumb
Asosiasi Pesepak Bola Wanita Cile Ganti Status Hukum Jadi Serikat Pekerja
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Di AS, Prabowo Ungkap Tips Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Atas 5 Persen: Kolaborasi dan Kompromi
• 8 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.