Matamata.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menemui keluarga 23 prajurit Marinir yang gugur akibat bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat. Pertemuan penuh haru tersebut berlangsung di Markas Komando Korps Marinir (Mako Kormar), Jakarta Pusat, Rabu (18/2).
Dalam kunjungan tersebut, Menhan berinteraksi langsung dengan para ahli waris untuk menyampaikan ungkapan belasungkawa secara pribadi maupun atas nama pemerintah.
"Kehadiran saya di sini mewakili pemerintah, sekaligus menyampaikan salam hormat dan duka cita mendalam dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kepada seluruh keluarga prajurit yang gugur," ujar Sjafrie dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (19/2).
Sjafrie menegaskan bahwa pengorbanan para prajurit dalam menjalankan tugas merupakan bentuk bakti tertinggi kepada negara. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah berkomitmen memberikan penghargaan serta jaminan kesejahteraan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Selain dukungan moril, Menhan secara simbolis menyerahkan bantuan dari Kementerian Pertahanan kepada seluruh keluarga korban. Bantuan ini merupakan tambahan dari dukungan yang telah disalurkan sebelumnya oleh satuan masing-masing.
"Negara berkewajiban memberikan penghargaan dan jaminan bagi keluarga. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban serta membantu pemulihan mental dan ekonomi keluarga yang ditinggalkan," tambah Sjafrie.
Pertemuan tersebut diakhiri dengan doa bersama untuk para prajurit yang gugur. Meski jenis bantuan secara mendetail tidak dirinci dalam siaran pers, Kemenhan memastikan hak-hak administratif dan santunan bagi keluarga prajurit akan diproses dengan cepat. (Antara)




