Moms, menggendong si kecil memang terasa menenangkan bukan hanya untuk anak, tapi juga untuk kita sebagai orang tua. Menggendong juga jadi momen bonding yang efektif bagi orang tua dan anak. Apalagi saat ia masih bayi, rasanya ingin selalu dekat dan memastikan ia aman.
Namun, dalam fase tumbuh kembang, anak juga perlu stimulasi. Mereka membutuhkan ruang untuk bergerak, menyentuh, merangkak, berdiri, hingga belajar berjalan sendiri. Sehingga jika terus digendong akan ada dampak yang dialami oleh si kecil.
Kenapa Terlalu Sering Digendong Bisa Berdampak?Menurut dokter spesialis anak dr. Herbowo Agung, Sp.A(K) anak yang terlalu sering digendong bisa jadi kurang mendapatkan stimulasi sensori dan motorik.
“Anak jadi takut mencoba karena sensorinya kurang terlatih. Motoriknya pun bisa kurang optimal,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Saat anak jarang diberi kesempatan mengeksplorasi lingkungan, misalnya karena orang tua khawatir ia kotor atau terjatuh, anak bisa menjadi lebih ragu mencoba hal baru. Bahkan, dalam beberapa kasus, kemampuan berjalan bisa sedikit lebih lambat karena kurangnya latihan.
Tapi ini bukan berarti Anda tidak boleh menggendong, ya, Moms. Menggendong tetap penting untuk membangun bonding dan rasa aman.
Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan saat menggendong seperti
Gendong saat anak butuh rasa aman.
Dampingi saat ia belajar bergerak.
Siapkan lingkungan yang aman untuk eksplorasi.
Karena di setiap langkah kecilnya, ada proses belajar besar yang sedang terjadi, Moms.




