Sanae Takaichi Resmi Terpilih Kembali sebagai Perdana Menteri Jepang

erabaru.net
5 jam lalu
Cover Berita

Laporan gabungan reporter Jiang Zuoyi – Epochtimes.com

EtIndonesia. Ketua Partai Demokrat Liberal Jepang, Sanae Takaichi, pada Rabu (18/2/2026) secara resmi terpilih sebagai Perdana Menteri ke-105 Jepang dalam pemilihan penunjukan perdana menteri pada sidang khusus parlemen Jepang.

Berdasarkan hasil pemilihan Dewan Perwakilan Jepang yang sebelumnya telah digelar, sidang khusus ke-221  dibuka pada 18 Februari 2026. Kabinet yang sedang menjabat mengundurkan diri secara massal dan pada sore hari yang sama, kemudian anggota parlemen dari DPR Jepang dan Dewan Penasihat Jepang melakukan pemungutan suara untuk memilih perdana menteri baru sekaligus membentuk kabinet pemerintahan.

Dalam pemilihan penunjukan perdana menteri di DPR Jepang Sanae Takaichi memperoleh 354 suara dari 464 suara sah. Dalam pemilihan di Dewan Penasihat, setelah dua putaran pemungutan suara, ia akhirnya memperoleh 125 suara dari 246 suara.

Setelah terpilih, Sanae Takaichi akan segera membentuk kabinet pemerintahan Jepang. Ia telah menyatakan bahwa seluruh anggota kabinet akan tetap menjabat. 

Setelah upacara pengangkatan perdana menteri dan pengesahan menteri kabinet yang diadakan di Istana Kekaisaran Jepang, “Kabinet Takaichi Kedua” diperkirakan akan resmi terbentuk pada malam 18 Februari.

Selanjutnya, Perdana Menteri Takaichi akan mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan arah kebijakan pemerintahan masa depan yang selama ini ia dorong, termasuk “kebijakan fiskal aktif yang bertanggung jawab” dan “penguatan keamanan informasi.”

Sebelum pemilihan penunjukan perdana menteri, ia juga menyampaikan pidato pada rapat anggota parlemen dari kedua kamar Partai Demokrat Liberal. Ia mengatakan:  “Untuk menjadikan Jepang kuat dan makmur, seluruh partai akan bersatu dan melaksanakan berbagai kebijakan yang dijanjikan dalam manifesto pemilu dengan cara tercepat dan paling efektif, demi memenuhi kepercayaan rakyat.”

Pada 4 Oktober tahun lalu, Sanae Takaichi terpilih sebagai ketua Partai Demokrat Liberal, dan pada 21 Oktober ia terpilih sebagai Perdana Menteri ke-104 Jepang.

Pada 23 Januari lalu, Sanae Takaichi bersama seluruh anggota kabinet mengadakan rapat kabinet dan mengesahkan resolusi pembubaran Dewan Perwakilan, yang mana kemudian secara resmi dibubarkan.

Pada 8 Februari, Jepang mengadakan pemungutan suara pemilihan DPR. Koalisi pemerintahan yang terdiri dari Partai Demokrat Liberal dan Partai Inovasi Jepang memperoleh total 352 kursi, jauh melampaui mayoritas. Konstitusi Jepang menetapkan bahwa sidang khususl harus diadakan dalam waktu 30 hari setelah pemilihan Dewan Perwakilan untuk memilih perdana menteri. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh Bawa BBM di Nunukan Ditemukan
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Dikebut! Pemulihan Bangunan Sekolah Pasca Bencana di Sumatera & Aceh
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Bursa Asia Reli, KOSPI Korea Selatan Kembali Sentuh Rekor Baru
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Jukir Liar Tanah Abang Patok Rp100 Ribu, Wagub Rano Karno: Setahun Sekali Tidak Apa
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Pemkot Jakbar Koordinasi dengan Pengelola Tol Terkait Karaoke Liar Meruya
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.