Freeport Kantongi Izin Kelola Grasberg Hingga Cadangan Habis

wartaekonomi.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Freeport-McMoRan Inc. (FCX) mengumumkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Indonesia.

MoU dengan raksasa tambang asal Amerika Serikat itu terkait perpanjangan hak operasi PT Freeport Indonesia (PTFI) di distrik mineral Grasberg, hingga akhir umur cadangan (life of resource).

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis dari Phoenix, Arizona, Selasa (18/2/2026), FCX menyebut Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI akan diubah untuk mengakomodasi perpanjangan tersebut.

Saham 12% Dilepas ke Pemerintah pada 2041

Dalam skema yang disepakati, FCX akan mengalihkan 12% saham PTFI kepada pemerintah pada 2041 tanpa biaya.

Namun, pihak penerima wajib mengganti biaya pro-rata berdasarkan nilai buku atas investasi yang memberikan manfaat setelah 2041.

FCX akan mempertahankan kepemilikan 48,76% hingga 2041.

Setelah itu, porsi kepemilikan perusahaan akan turun menjadi sekitar 37% mulai 2042.

Struktur tata kelola dan operasional yang ada, termasuk perjanjian pemegang saham dan IUPK yang berlaku saat ini, tetap berjalan sepanjang umur cadangan tambang.

Tambah Rumah Sakit hingga Hilirisasi

Dalam MoU tersebut, PTFI juga berkomitmen meningkatkan dukungan bagi masyarakat Papua, termasuk pendanaan satu rumah sakit baru dan dua fasilitas pendidikan medis.

Perusahaan juga akan menaikkan belanja eksplorasi dan mempercepat studi, untuk mengidentifikasi sumber daya jangka panjang serta peluang ekspansi.

Di sisi hilirisasi, PTFI tetap memprioritaskan penjualan domestik tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk lainnya.

FCX juga menyatakan PTFI akan berada dalam posisi memperluas pemasaran tembaga olahan ke Amerika Serikat berdasarkan mekanisme pasar, jika Negeri Paman Sam membutuhkan tambahan pasokan.

Baca Juga: Ketum AETI: Penyerapan Hilirisasi Timah Baru 7%

Chairman of the Board Kathleen Quirk, serta President dan Chief Executive Officer FCX Richard C Adkerson, menegaskan pentingnya kemitraan dengan Indonesia, yang telah berlangsung selama 6 dekade.

"Operasi Grasberg telah memberikan manfaat besar bagi seluruh pemangku kepentingan selama enam dekade sejarahnya."

"Dan perpanjangan ini akan memberikan peluang untuk terus menciptakan nilai yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan, di salah satu deposit tembaga dan emas paling penting di dunia," ujarnya.

Perpanjangan hak operasi tersebut masih bergantung pada penerbitan IUPK yang telah diubah oleh Pemerintah Indonesia.

PTFI menyatakan akan segera menyelesaikan pengajuan perpanjangan sesuai ketentuan yang disepakati dalam MoU.

Distrik mineral Grasberg di Papua merupakan salah satu deposit tembaga dan emas terbesar di dunia, dan menjadi tulang punggung produksi global FCX. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kekuatan Tangan-Tangan Investor Domestik Dorong IHSG Kembali ke 8.300
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Seorang wanita tewas tertabrak kereta di Pesing Jakbar
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
THM di Jakarta Langgar Operasional saat Ramadan Terancam Izin Usaha Dicabut
• 20 jam laludetik.com
thumb
Pesawat BBM Pelita Air Jatuh di Kalimantan Utara, Begini Nasib Pilot
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Atap Parkiran di Klaten Roboh Diterjang Angin Kencang, 3 Orang Luka 20 Kendaraan Rusak
• 23 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.