Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96% secara tahunan (year on year/YoY), sedikit meningkat dibandingkan dengan Desember 2025 9,69%.
BI juga mencatat fasilitas yang belum ditarik atau undisbursed loan mencapai Rp2.506,47 triliun atau 22,65% dari plafon kredit yang tersedia.
Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan pertumbuhan didukung oleh kredit investasi tumbuh 22,38%, kredit modal kerja 4,13%, dan kredit modal kerja 6,58%.
“Perkembangan positif kredit ini didukung peningkatan kegiatan ekonomi, pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial Bank Indonesia serta realisasi program prioritas pemerintah, ujarnya dalam Konferensi Pers Hasil RDG Bulanan Februari 2026, Kamis (19/2/2026).
Dia bilang ke depan prospek pertumbuhan kredit masih cukup kuat didorong permintaan dan penawaran. "Dari sisi permintaan pemanfaatan pembiayaan perbankan dapat terus ditingkatkan terutama untuk fasilitas pinjaman yang belum digunakan alias undisbursed loan yang masih cukup besar," sebutnya
Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan bank tetap memadai ditopang oleh rasio Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang meningkat menjadi sebesar 27,54% dan DPK tumbuh 13,48% pada Januari 2026.
Baca Juga
- Breaking News! Bank Indonesia Kembali Tahan BI Rate di Level 4,75%
- Proyeksi BI Rate di RDG Februari 2026, Ekonom Yakin Bank Indonesia Tahan Suku Bunga 4,75%
- Proyeksi BI Rate Februari 2026, Bank Indonesia Bakal Tahan Suku Bunga 4,75%
Selain itu, Perry menyebut minat penyaluran kredit perbankan terus membaik tercermin dari persyaratan pemberian kredit yang longgar kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM karena masih adanya risiko kredit pada kedua segmen tersebut.
"Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2026 pada kisaran 8% sampai 12%," pungkasnya.





