Paris: Otoritas Prancis mengumumkan pada Rabu kemarin bahwa data pribadi dari sekitar 1,2 juta rekening bank telah diakses oleh pelaku berbahaya setelah terjadi akses ilegal ke basis data nasional rekening bank, FICOBA, pada akhir Januari.
Kementerian Ekonomi dalam pernyataannya menjelaskan bahwa pelanggaran tersebut terjadi akibat penyalahgunaan kredensial seorang pejabat, sehingga pelaku dapat melihat rincian rekening, identitas pemilik, alamat, serta dalam beberapa kasus nomor identifikasi pajak.
Basis data FICOBA sendiri dikelola Direktorat Keuangan Publik Prancis dan memuat daftar seluruh rekening bank yang dibuka pada lembaga perbankan di negara tersebut.
“Sejak akhir Januari 2026, seorang pelaku berbahaya yang menggunakan kredensial pejabat dengan akses dapat meninjau sebagian data dalam berkas ini,” kata Kementerian, dikutip dari Anadolu Agency, Kamis, 19 Februari 2026.
Kementerian menambahkan bahwa langkah darurat segera dilakukan untuk mencegah penyusupan lanjutan.
Pemerintah memastikan para pengguna yang terdampak akan diberi pemberitahuan secara individual, sementara bank-bank juga telah diinformasikan agar mengingatkan nasabah masing-masing.
Insiden tersebut telah dilaporkan kepada otoritas perlindungan data Prancis dan pengaduan resmi juga sudah diajukan.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa kebocoran informasi tersebut berpotensi dimanfaatkan untuk pencurian identitas, serangan phishing, serta berbagai penipuan keuangan lainnya, termasuk pelaku yang menyamar sebagai perwakilan bank.
Baca juga: Prancis Tangguhkan Situs Shein di Tengah Skandal Boneka Seks Anak




