Ahmad Luthfi Tawarkan Potensi Investasi Jateng ke Pengusaha India

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menawarkan peningkatan investasi dan peluang investasi baru kepada pengusaha asal India. Pasalnya, Jateng memiliki sejumlah potensi yang bisa dikembangkan bagi investor.

Tawaran tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kehormatan dari Duta Besar (Dubes) India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty di kantornya, hari ini. Dubes India datang bersama sejumlah pengusaha asal India yang sudah memulai investasi di Indonesia.

Luthfi membeberkan investasi India di Jawa Tengah menempati urutan ke-17 dengan total realisasi investasi senilai Rp 646,52 miliar. Realisasi investasi itu terdiri dari beberapa sektor seperti industri tekstil sekitar 62%, hotel dan restoran 16%, perdagangan dan reparasi sekitar 12%, industri kayu 4%, serta industri dan sektor lainnya.

Dalam kesempatan itu, Luthfi menawarkan kepada para pengusaha India untuk melakukan investasi di berbagai sektor, diantaranya di bidang ekonomi hijau (green economy), tenaga medis, serta industri garmen yang bersifat padat karya.

Dia menjelaskan investasi baru tersebut sangat diharapkan dapat terlaksana, sehingga pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah terus meningkat. Tercatat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada tahun 2025 sebesar 5,37%. Hal itu diikuti dengan penurunan angka kemiskinan menjadi 9,39%.

"Itu semua berkat investasi yang datang dari luar negeri, salah satunya India, (dan investasi dalam negeri). Jawa Tengah adalah provinsi yang ramah untuk berinvestasi," kata Luthfi dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2/2026).

Sementara itu Dubes India untuk Indonesia Shri Sandeep Chakravorty mengatakan pemerintah India dan para pengusaha asal India sangat tertarik berinvestasi di Jawa Tengah. Daya tariknya adalah adanya kesamaan antara India dan Indonesia, khususnya Jawa Tengah, yang memiliki jumlah penduduk yang besar.

"Saya mengapresiasi terkait iklim investasi di Jawa Tengah yang stabil, termasuk dalam hal sosial dan ekonomi. Perusahaan kami sangat bahagia di Jawa Tengah, seperti di rumah sendiri," tuturnya.

Sandeep menambahkan sekitar Agustus 2026 nanti akan ada groundbreaking salah satu perusahaan dari India di Jawa Tengah. Nilai investasi perusahaan tersebut mencapai sekitar US$ 30 juta.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, nilai realisasi investasi Jawa Tengah pada tahun 2025 mencapai Rp 88,50 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 50,86 triliun, serta Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 37,64 triliun. Diketahui, angka ini menjadi capaian tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Dari nilai investasi itu, terdapat sebanyak 105.078 proyek yang terealisasi, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 418.138 orang.


(ega/ega)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang HBKN, Satgas SABER Perketat Pengawasan Harga di Pasar Koja Baru
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Kementan Bidik Investasi 200 Ribu Sapi di Kalteng, Perkuat Swasembada Daging
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Bakal Teken Kesepakatan Tarif Dagang dengan AS 19 Februari 2026 Besok
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Net Buy Jumbo Rp1,44 Triliun, Investor Asing Incar Saham-saham Ini
• 12 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wanita Emas Makassar akhirnya Ditahan Kejaksaan, Langsung Dijebloskan ke Penjara
• 53 menit lalueranasional.com
Berhasil disimpan.